KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Platform Securities Crowdfunding (SCF) atau urun dana Bizhare mencatat kinerja positif pada kuartal III-2026. Total pendanaan Bizhare pada kuartal III-2026 tercatat tumbuh lebih dari 115% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Secara kumulatif, perusahaan telah mencatat total pendanaan lebih dari Rp 300 miliar. Sepanjang kuartal III-2026, Bizhare juga menghimpun pendanaan hingga Rp 10 miliar dari berbagai proyek sektor riil melalui instrumen saham dan sukuk.
Founder & CEO Bizhare Heinrich Vincent menyebut, pertumbuhan tersebut didukung oleh penyaluran pendanaan ke berbagai proyek sektor riil, terutama pengembangan infrastruktur kendaraan listrik melalui SWAP Station dan pendanaan berbasis sukuk untuk pengadaan sayur dan daging ayam untuk toko ritel modern.
Baca Juga: Menkeu Tegaskan Transfer Antarbank Tak Kena PPN, Pajak Hanya Berlaku atas Biaya Jasa Secara rinci, pendanaan untuk pengembangan infrastruktur kendaraan listrik SWAP Station mencapai Rp 1,3 miliar per penerbit. Sementara itu, pendanaan Sukuk Musyarakah untuk pengadaan sayur dan daging mencapai lebih dari Rp 1,5 miliar. "Salah satu faktor utama yang mendukung kinerja Bizhare pada kuartal III-2026 adalah kontribusi pendanaan dari industri yang sedang tumbuh pesat di tengah situasi saat ini," ujarnya kepada Kontan, Selasa (3/11). Selain perkembangan industri, kinerja Bizhare turut ditopang oleh karakteristik sektor yang didanai, kejelasan model bisnis, rekam jejak penerbit, penggunaan dana, serta transparansi informasi dari penerbit. Menurut Bizhare, sejumlah faktor tersebut menjadi pertimbangan penting bagi investor sebelum mengambil keputusan investasi. Ke depan, Bizhare memperkirakan industri SCF masih memiliki peluang pertumbuhan, terutama dalam memenuhi kebutuhan pendanaan bisnis sektor riil yang memiliki fundamental dan prospek usaha baik.
Baca Juga: Simpanan Masyarakat Tumbuh 8,65%, Dana Nasabah di Atas Rp 5 Miliar Melonjak "Bizhare melihat potensi pada sejumlah sektor yang dibutuhkan masyarakat, mulai dari energi terbarukan, pengelolaan limbah, hingga proyek pengadaan barang dan jasa bagi korporasi maupun instansi pemerintah yang aman," katanya. Meski demikian, perusahaan tetap menghadapi tantangan dalam menjaga kualitas penerbitan dan kepercayaan investor. Untuk mengantisipasi risiko tersebut, Bizhare akan memperkuat proses seleksi serta penelaahan dan penilaian terhadap penerbit. Pada kuartal IV-2026, Bizhare optimistis kinerja perusahaan tetap tumbuh. Optimisme tersebut didukung oleh sejumlah proyek yang sedang disiapkan, termasuk SWAP Station dengan potensi yield mencapai lebih dari 40% per tahun serta proyek sukuk dengan yield mencapai 18% per bulan. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News