KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Platform urun dana Bizhare mencatat penghimpunan dana yang tetap tumbuh pada paruh pertama 2026. CEO Bizhare Heinrich Vincent mengungkapkan bahwa secara kumulatif, total pendanaan yang telah difasilitasi Bizhare mencapai Rp400 miliar. Di samping itu, nilai pendanaan pada Juni 2026 juga mengalami meningkat signifikan sebesar 153% dibanding periode yang sama di tahun sebelumnya. "Angka ini menunjukkan bahwa minat masyarakat terhadap investasi sektor riil masih terus berkembang," ujarnya kepada Kontan, Senin (29/6/2026).
Baca Juga: Atur Pembayaran Perusahaan Mudah dan Kapan Saja dengan QLola by BRI Menurutnya, sektor riil khususnya yang masih tumbuh di tengah volatilitas pasar justru sangat diminati oleh investor. Namun di sisi lain, investor juga jadi lebih selektif dalam memilih peluang investasi. Ada sejumlah faktor yang saat ini diperhatikan investor, yaitu potensi imbal hasil, tetapi memperhatikan jenis industri, kualitas
underlying, arus kas proyek, rekam jejak, mitigasi risiko, hingga transparansi laporan. Sepanjang tahun ini, sektor energi terbarukan, khususnya infrastruktur kendaraan listrik melalui proyek
battery swapping station, menjadi salah satu yang paling diminati investor. Bizhare mencatat, proyek ini telah ditawarkan dalam 5
batch dengan nilai pendanaan sekitar Rp1,3 miliar per
batch. Sementara itu, pada
batch pertama mencatat
annualized yield di atas target, dengan rata-rata mencapai 70% per tahun. Selain itu, instrumen obligasi dan sukuk berbasis
project financing serta bisnis makanan dan minuman (F&B) juga mencatatkan permintaan yang tinggi. Di sisa tahun 2026 ini, Bizhare optimis peluang urun dana akan tetap positif seiring dengan kebutuhan pendanaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dan bisnis sektor riil yang besar.
Baca Juga: OJK Dorong Pedoman Tingkat Diskonto Aktuaris, Implementasi PSAK 117 Makin Terarah Meski begitu di tengah kondisi investor yang masih berhati-hati, ia menyebut kalau perusahaan akan lebih fokus dua pendekatan, yaitu memperkuat sektor
electrice vehicle (EV), infrastruktur, dan bisnis riil yang memiliki potensi ekspansi serta memperbesar obligasi dan sukuk berbasis
project financing atau
corporate financing. Dengan itu, Bizhare berharap bisa terus menjaga pertumbuhan pendanaan, memperluas akses investasi, dan membantu bisnis produktif mendapat alternatif pendanaan inklusif di sisa tahun 2026 ini. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News