KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Supra Primatama Nusantara atau Biznet membidik pertumbuhan kinerja positif pada 2026. Melanjutkan raihan tahun sebelumnya, Biznet menargetkan kenaikan pendapatan dan jumlah pelanggan masing-masing mendekati 30% secara tahunan (yoy). Senior Manager Marketing Biznet, Adrianto Sulistyo, mengatakan pada 2025 pendapatan perseroan telah tumbuh hampir 30% dibandingkan tahun 2024. Tren tersebut diproyeksikan berlanjut pada tahun depan. Dari sisi jumlah pelanggan, Biznet juga membidik kenaikan sekitar 30% pada 2026, di mana per Desember 2025 jumlah pelanggan Biznet telah mendekati 900.000.
“2025 itu hampir 900 ribuan ya, sekitar 800 ribuan sekian. Dan tahun ini diharapkan meningkat lagi 30%,” ungkap Adrianto dalam media gathering pada Selasa (3/3/2026).
Baca Juga: Biznet Fokus Ekspansi Jaringan Fiber Optik untuk Tingkatkan Jumlah Pelanggan Secara penetrasi, Biznet mencatat tingkat penetrasi layanan masih berada di kisaran 20-an persen. Untuk meningkatkan penetrasi layanan ke depan, Biznet menjalankan sejumlah strategi, salah satunya melalui penyesuaian harga di sejumlah wilayah yang sensitif terhadap tarif. Meski berpotensi menekan pendapatan per pelanggan (
average revenue per user/ARPU), Biznet tetap mengedepankan ekspansi basis pelanggan. “Kita memang target-innya bagaimana kita bisa mencapai jumlah pelanggan lebih besar, lebih banyak dan juga kita punya visi itu kan sebenarnya memperkecil digital gap di Indonesia. Jadi kita fokusnya bagaimana semua orang itu mendapatkan internet yang layak dan baik untuk digunakan lah,” jelasnya. Selama ini, akses internet yang layak masih terkonsentrasi di kota-kota besar. Maka dari itu, Biznet berupaya mendorong pemerataan digitalisasi hingga kota-kota lapis kedua dan ketiga. Saat ini, ekspansi jaringan difokuskan di luar Pulau Jawa, antara lain di Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi, yang masih dalam tahap pembangunan infrastruktur. Di Pulau Jawa sendiri, penetrasi dinilai sudah cukup tinggi, namun tetap dilakukan penambahan jaringan di sejumlah kota.
Baca Juga: Biznet Gratiskan Internet untuk 300 KK di Lokasi Kabel Laut Strategi lain yang ditempuh adalah peningkatan kecepatan layanan tanpa kenaikan harga. Pada 2026, Biznet akan menaikkan kecepatan paket dasar sekitar 30% lebih cepat.
“Jadi di tahun 2026 kita akan tambahkan lebih cepat 30% lagi, jadi yang tadinya 0 day itu 65 Mbps, harganya Rp 250 ribu, sekarang sudah di 100 Mbps, harga tetap sama. Jadi agak jarang-jarang ya kalau harga tetap barang lebih banyak gitu ya,” katanya. Tak hanya itu, di sejumlah kota lapis kedua dan ketiga, Biznet juga menurunkan harga promo guna mendorong permintaan. Pada kuartal I-2026, perseroan menawarkan paket 100 Mbps seharga Rp 150.000 per bulan selama tiga bulan pertama di beberapa wilayah. Beberapa wilayah yang masuk dalam program tersebut antara lain daerah di Jawa Barat dan Banten, seperti Nangkasawit, Pandeglang, dan Anyer. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News