JAKARTA. Jika biasanya marketplace menyasar konsumen ritel, maka berbeda dengan Ardent Capital yang melansir marketplace berkonsep Business to Business (B2B) bernama Bizzy.co.id. Perusahaan asal Thailand ini menyuntikkan modal senilai US$ 2,5 juta kepada Bizzy.co.id. Bizzy.co.id diklaim sebagai marketplace B2B pertama di Indonesia. Marketplace ini menyediakan ribuan produk dari ratusan pedagang dengan lima kategori utama, yaitu office supplies, electronics, cleaning, pantry, dan services. "Secara global, e-commerce B2B telah mendapat perhatian yang besar. Di Korea, 91% dari penjualan melalui e-commerce merupakan transaksi B2B, sedangkan di Indonesia jenis e-commerce ini masih dalam tahap berkembang sehingga memiliki peluang yang sangat luas. Hanya terdapat 11% dari semua usaha bisnis startup di Indonesia yang berfokus di B2B”, ujar Adrian Vanzyl, investor sekaligus CEO dari Ardent Capital dalam rilis yang diterima KONTAN, Kamis (9/7).
Bizzy.co.id, marketplace berkonsep B2B
JAKARTA. Jika biasanya marketplace menyasar konsumen ritel, maka berbeda dengan Ardent Capital yang melansir marketplace berkonsep Business to Business (B2B) bernama Bizzy.co.id. Perusahaan asal Thailand ini menyuntikkan modal senilai US$ 2,5 juta kepada Bizzy.co.id. Bizzy.co.id diklaim sebagai marketplace B2B pertama di Indonesia. Marketplace ini menyediakan ribuan produk dari ratusan pedagang dengan lima kategori utama, yaitu office supplies, electronics, cleaning, pantry, dan services. "Secara global, e-commerce B2B telah mendapat perhatian yang besar. Di Korea, 91% dari penjualan melalui e-commerce merupakan transaksi B2B, sedangkan di Indonesia jenis e-commerce ini masih dalam tahap berkembang sehingga memiliki peluang yang sangat luas. Hanya terdapat 11% dari semua usaha bisnis startup di Indonesia yang berfokus di B2B”, ujar Adrian Vanzyl, investor sekaligus CEO dari Ardent Capital dalam rilis yang diterima KONTAN, Kamis (9/7).