KONTAN.CO.ID – JAKARTA.
PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk alias bjb (BJBR) mendapatkan peringkat korporasi idAA- dengan prospek stabil dari lembaga pemeringkat Pefindo. Rating ini berubah dari idAA yang diraih BJBR sebelumnya. Berdasarkan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), dikutip Selasa (15/9/2026), peringkat ini berlaku mulai 9 September 2026 hingga 1 September 2027. Rating ini diberikan berdasarkan data dan informasi dari perusahaan serta laporan keuangan per 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025.
Baca Juga: Pembiayaan Kendaraan Multifinance Terkontraksi di Tengah Kenaikan Penjualan Mobil Pada dasarnya, peringkat idAA ini memiliki sedikit perbedaan dari peringkat tertinggi idAAA yang diberikan Pefindo. Yang mana, korporasi penerbit obligasi dinilai memiliki kemampuan yang sangat kuat untuk memenuhi komitmen keuangan jangka panjangnya dibandingkan korporasi Indonesia lainnya. Sementara tanda minus (-) pada rating menunjukkan bahwa rating lemah dan di bawah rata-rata kategori yang bersangkutan. Sebagai catatan, rating atas perusahaan ini tak berlaku untuk suatu efek utang tertentu yang dikeluarkan perusahaan karena tak memperhitungkan struktur serta berbagai ketentuan atau provisi dari efek utang tersebut, tingkat perlindungan dan posisi kalim dari pemegang efek utang bila emitennya mengalami likuidasi, serta legalitasnya. Di samping itu, peringkat atas perusahaan tak memperhitungkan kemampuan penjamin, pemberi asuransi, atau penyedia credit enhancement lainnya yang ikut mendukung suatu efek utang tertentu. Selain peringkat korporasi ini, BJBR juga mengalami perubahan rating pada seluruh obligasi yang dimilikinya, dengan masa berlaku yang sama dengan rating korporasi. Rinciannya, Obligasi Keberlanjutan Bank BJB senilai Rp 2 triliun yang diterbitkan selama dua tahun sejak 29 November 2025 hingga 29 November 2026 berubah rating dari idAA menjadi idAA-.
Baca Juga: Per Juli 2026, Ada 16 Fintech Lending Dengan Angka TWP90 di Atas 5% Surat Berharga Perpetual Bank BJB senilai maksimum Rp 3 triliun yang diterbitkan selama dua tahun sejak 29 November 2024 hingga 29 November 2026 berubah rating dari idA menjadi idA-. Obligasi Keberlanjutan I Tahap I Tahun 2024 Seri A dan Seri B, Tahap II Tahun 2026 Seri A dan Seri B PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk senilai Rp 1,93 triliun berubah rating dari idAA menjadi idAA-. Obligasi Subordinasi Berkelanjutan II Tahap I Tahun 2020 Seri B, Tahap II Tahun 2020 Seri B; Obligasi Subordinasi Berkelanjutan III Tahap I Tahun 2021 Seri B, Tahap II Tahun 2022 Seri A dan Seri B; serta Obligasi Subordi Berkelanjutan IV Tahap I Tahun 2024 Seri A dan Seri B PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk senilai Rp 3,76 triliun berubah rating dari idA+ menjadi idA. Surat Berharga Perpetual Berkelanjutan I Tahap I Tahun 2024 PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk senilai Rp 1 triliun berubah rating dari idA menjadi idA-.
Baca Juga: Per Juli 2026, Ada 16 Fintech Lending Dengan Angka TWP90 di Atas 5% Terakhir, Obligasi Berkelanjutan I Tahap III Tahun 2019 Seri C PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk berubah rating dari idAA menjadi idAA-. Sebagai tambahan informasi, rating idA mengindikasi bahwa kemampuan korporasi penerbit obligasi untuk memenuhi komitmen keuangan jangka panjang atas efek utang kuat dibanding korporasi Indonesia lainnya. Namun, kemampuannya mungkin akan mudah terpengaruh oleh perubahan buruk keadaan dan kondisi ekonomi. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News