BJB Syariah: Pembiayaan Rumah Tumbuh Solid 9% hingga Akhir 2025



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank BJB Syariah mencatatkan pertumbuhan Pembiayaan Pemilikan Rumah (PPR) yang tetap solid hingga akhir November 2025. Di tengah dinamika pasar properti dan penyesuaian kebijakan industri perbankan, penyaluran PPR bank bjb syariah tumbuh sebesar 9% secara tahunan (year-on-year/YoY).

Direktur Utama bank bjb syariah Arief Setyahadi mengatakan, capaian tersebut mencerminkan konsistensi perseroan dalam menyalurkan pembiayaan perumahan secara prudent dan terukur. Hingga 31 November 2025, outstanding PPR bank bjb syariah tercatat sebesar Rp3,5 triliun, meningkat sekitar Rp257 miliar dibandingkan posisi akhir tahun sebelumnya.

Baca Juga: Dirut Bank BJB Syariah Optimistis Hadapi Tahun 2026


“Sepanjang tahun berjalan, pertumbuhan PPR menunjukkan pola yang lebih selektif sejalan dengan pengelolaan portofolio dan penyesuaian terhadap perkembangan sektor properti,” ujar Arief kepada kontan.co.id.

Menurutnya, pendekatan selektif tersebut dilakukan untuk menjaga kualitas pembiayaan di tengah tantangan pasar, sekaligus memastikan pertumbuhan yang berkelanjutan. Bank bjb syariah terus mencermati permintaan pasar perumahan serta profil risiko nasabah agar penyaluran pembiayaan tetap sehat.

Untuk mendukung keberlanjutan kinerja PPR ke depan, bank bjb syariah juga memperkuat transformasi proses bisnis. Langkah ini didukung oleh pemanfaatan teknologi Integrated Financing Origination System (IFOS) yang ditujukan untuk meningkatkan efektivitas, efisiensi, serta ketepatan waktu layanan pembiayaan kepada nasabah.

Baca Juga: Pembiayaan Bank BJB Syariah Tumbuh 9,8% hingga September 2025

Di sisi lain, perseroan menyiapkan berbagai program pembiayaan yang lebih tersegmentasi sebagai bagian dari upaya optimalisasi perencanaan pemasaran dan pengelolaan akuisisi nasabah. Strategi tersebut diharapkan dapat memperluas jangkauan pembiayaan perumahan sekaligus menjaga kualitas portofolio PPR bank bjb syariah.

"Ke depan, bank bjb syariah akan terus menyeimbangkan antara pertumbuhan pembiayaan dan manajemen risiko, sejalan dengan dinamika industri perbankan dan perkembangan sektor properti nasional," imbuhnya.

Baca Juga: Pembiayaan Korporasi BJB Syariah Tumbuh 11,13% pada Juli 2025

Selanjutnya: Hotel Genjot Diversifikasi: PHM dan Eastparc Bidik Pengalaman dan Segmen Baru

Menarik Dibaca: Cara Mudah Mencari Tambahan Penghasilan untuk Kebutuhan yang Mendesak

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News