BKP akan adakan Gelar Pangan Nusantara



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian (Kemtan) makan kembali mengadakan Gelar Pangan Nusantara (GPN) untuk ketiga kalinya. Tema yang diusung adalah menjadikan pangan lokal nusantara berdaya saing global.

BKP Agung Hendriadi mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan eksistensi pangan lokal Indonesia. Apalagi menurutnya Indonesia memiliki pangan yang sangat kaya dan beragam.

“Ada 77 jenis sumber karbohidrat, 75 sumber protein, 228 sayuran dan 389 buah. Kita tahu kuliner sekarang berkembang luar bisa, ini yang akan kita dorong dan kita perbaiki kualitasnya,” ujar Agung, Rabu (25/7).


Selain memperkenalkan produk pangan lokal ke masyarakat, GPN ini pun menjadi media untuk memperkenalkan berbagai produk ini kepada industri pangan. Ini bertujuan untuk meningkatkan pemasaran baik di dalam dan di luar negeri.

Agung berharap, dengan adanya Gelar Pangan Nusantara ini bisa mendorong ekspor produk pangan lokal. Ini pun sesuai dengan arahan presiden dimana Indonesia harus mampu meningkatkan ekspor. Dia pun mengatakan, dalam tiga tahun terakhir ekspor di sektor pertanian meningkat sebesar 24%.

Ini jugalah yang menjadi alasan mengapa GPN tahun ini dilakukan di Jakarta. Pasalnya, GPN sebelumnya diselenggarakan di Padang dan di Pontianak. Menurutnya, ini sesuai dengan target pasar yang jngin disasar.

“Masyarakat pendapatan menengah ke atas mereka bisa melihat peluang di pasar global, pasar mana yang kira-kira bisa masuk. aya juga ingin melibatkan organisasi di DKI. Kita mengundang orang yang memberikan masukan, menjadikan produk ini bisa menjadi unggulan di pasar global,” kata Agung.

Agung pun menambahkan, pihaknya ingin adanya masukan teknologi dari berbagai lembaga penelitian serta dari perguruan tinggi. Menurutnya, lembaga-lembaga penelitian yang ada berpusat di DKI Jakarta.

Gelar Pangan Nusantara ini akan digelar pada 27-29 Juli. GPN ini pun akan menampilkan 136 gerai dengan 350 produk.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Yudho Winarto