KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan mulai mendorong pembangunan jalan tol menuju Pelabuhan Palembang Baru di Tanjung Carat, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan. Proyek senilai sekitar Rp26 triliun itu, disiapkan untuk memperkuat konektivitas logistik sekaligus menopang agenda hilirisasi di Sumatera bagian selatan.
Baca Juga: DPR Usul Pesawat Haji Maksimal 15 Tahun, Alvin Lie: Kelaikudaraan Lebih Penting Proyek tersebut ditandai melalui penandatanganan nota kesepahaman (
MoU) integrasi pembangunan jalan tol menuju Pelabuhan Tanjung Carat yang melibatkan Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, Kementerian Pekerjaan Umum, PT Hutama Karya (Persero), PT Bukit Asam Tbk, serta PT Pelabuhan Indonesia (Persero). Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/Wakil Kepala BKPM, Todotua Pasaribu, mengatakan pembangunan tol dan pelabuhan Tanjung Carat menjadi bagian penting dalam strategi hilirisasi nasional. Menurutnya, hilirisasi tidak hanya berkaitan dengan pengolahan komoditas, tetapi juga membutuhkan dukungan infrastruktur logistik yang efisien. “Keberadaan tol ini diharapkan meningkatkan efisiensi dan kualitas logistik di wilayah Sumatera Selatan, serta memperbaiki kualitas
supply chain logistik yang ada,” ujar Todotua dalam acara Penandatanganan MoU Rencana Kerja Sama Integrasi Pembangunan Jalan Tol Menuju Pelabuhan Palembang Baru di Tanjung Carat Kabupaten Banyuasin Provinsi Sumatera Selatan, Jakarta, Rabu (13/5/2026).
Baca Juga: Prabowo Bela Satgas PKH: Bandit Perampok Memang Tidak Suka Kalian Menurut Todotua, persoalan logistik selama ini menjadi hambatan utama bagi pengembangan industri dan daya saing komoditas Sumatera Selatan. Tingginya biaya distribusi membuat volume pengiriman berbagai komoditas unggulan masih terbatas. Padahal, Sumatera Selatan dan wilayah penyangga seperti Jambi serta Bangka Belitung memiliki potensi besar dari sektor batu bara, minyak dan gas, sawit, kopi, hingga karet. “Target pembangunan tol dan penyempurnaan interline logistik ini adalah meningkatkan volume komoditas dan mengefisienkan kos logistik sehingga daya saing produk Sumatera Selatan menjadi lebih baik,” katanya. Todotua menjelaskan, jalan tol tersebut akan terhubung dengan backbone Tol Trans Sumatera yang saat ini sudah tersambung hingga Sumatera Selatan dan ditargetkan mencapai Jambi pada akhir tahun ini.
Baca Juga: Menuju Puncak Haji, Bank Syariah Indonesia Sumbang 300 Unit Kursi Roda Dari Gerbang Tol Betung, pemerintah akan membangun ruas interkoneksi menuju Tanjung Carat sepanjang sekitar 80 kilometer. Selain itu, ruas Palembang–Prabumulih juga akan diperpanjang sekitar 37 kilometer hingga Muara Enim guna mendekatkan akses ke kawasan sumber daya alam. “Kalau total angkanya kurang lebih sekitar Rp26 triliun untuk pembangunan tol ini sendiri,” ujarnya. Pemerintah akan membangun proyek jalan tol dan pelabuhan secara paralel dengan skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU). Saat ini pemerintah masih mematangkan perencanaan proyek, termasuk trase jalan, pembebasan lahan, hingga konsolidasi pendanaan bersama BUMN dan Danantara. “Setidaknya di tahun ini perencanaan programnya sudah bisa kita mulai untuk tahapan selanjutnya,” kata Todotua. Dalam proyek tersebut, Hutama Karya diproyeksikan menjadi pelaksana pembangunan dan operator jalan tol. Sementara Pelindo akan menangani pembangunan pelabuhan, sedangkan Bukit Asam dan sejumlah BUMN lain disiapkan sebagai tenant sekaligus pengguna jasa logistik di kawasan tersebut. Todotua menilai proyek tersebut akan memberikan efek berganda terhadap ekonomi Sumatera Selatan, terutama untuk meningkatkan volume pengiriman batu bara dan komoditas lain yang selama ini masih terkendala akses logistik.
Baca Juga: Rp 17.529 per Dollar AS, Kurs Rupiah Di Titik Terendah Dalam Sejarah, Ini Dampaknya! Selain mendukung logistik, kawasan Tanjung Carat juga diproyeksikan menjadi kawasan ekonomi khusus (KEK) hilirisasi. Pemerintah menilai lokasi tersebut strategis karena dekat dengan sumber komoditas, memiliki akses pelabuhan, serta didukung jaringan transmisi listrik.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Selatan, Edward Candra, mengatakan pemerintah daerah siap mendukung percepatan proyek melalui sinkronisasi tata ruang, dukungan regulasi, dan fasilitasi penyelesaian hambatan di lapangan. Menurut Edward, integrasi jalan tol dan pelabuhan akan memperkuat ekosistem logistik sekaligus meningkatkan daya tarik investasi di Sumatera Selatan. “Ini menjadi komitmen bersama untuk membangun ekosistem logistik yang terintegrasi dari kawasan produksi hingga pelabuhan internasional,” ujarnya. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News