KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menilai energi baru dan terbarukan menjadi salah satu sektor yang paling berpotensi mendapatkan investasi besar dari Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA). Diketahui, perjanjian ekonomi antara Indonesia dan Eropa ini ditargetkan ditandatangani pada November 2026 dan mulai diimplementasikan pada awal 2027. Deputi Bidang Promosi Penanaman Modal Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Nurul Ichwan menjelaskan, terdapat beberapa sektor yang memiliki prospek kuat dari pemberlakuan IEU-CEPA, terutama sektor yang mempertemukan keunggulan komparatif Indonesia.
BKPM: Energi Terbarukan Berpotensi Raup Investasi Jumbo dari IEU-CEPA
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menilai energi baru dan terbarukan menjadi salah satu sektor yang paling berpotensi mendapatkan investasi besar dari Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA). Diketahui, perjanjian ekonomi antara Indonesia dan Eropa ini ditargetkan ditandatangani pada November 2026 dan mulai diimplementasikan pada awal 2027. Deputi Bidang Promosi Penanaman Modal Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Nurul Ichwan menjelaskan, terdapat beberapa sektor yang memiliki prospek kuat dari pemberlakuan IEU-CEPA, terutama sektor yang mempertemukan keunggulan komparatif Indonesia.