BKPM: Energi Terbarukan Berpotensi Raup Investasi Jumbo dari IEU-CEPA



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menilai energi baru dan terbarukan menjadi salah satu sektor yang paling berpotensi mendapatkan investasi besar dari Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA).

Diketahui, perjanjian ekonomi antara Indonesia dan Eropa ini ditargetkan ditandatangani pada November 2026 dan mulai diimplementasikan pada awal 2027.

Deputi Bidang Promosi Penanaman Modal Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Nurul Ichwan menjelaskan, terdapat beberapa sektor yang memiliki prospek kuat dari pemberlakuan IEU-CEPA, terutama sektor yang mempertemukan keunggulan komparatif Indonesia.


Baca Juga: Data Penerima Bansos Pakai AI, Mulai Diterapkan Tahun Depan

"Hal ini baik dari sisi sumber daya alam, basis produksi, maupun pasar dengan teknologi, modal, expertise, dan standar industri Eropa," katanya kepada Kontan, Rabu (30/9/2026).

Nurul menilai IEU-CEPA juga memberikan dorongan tambahan melalui perluasan akses pasar. Di mana, sejumlah produk Indonesia memperoleh tarif 0% sejak perjanjian berlaku, sementara produk lainnya memperoleh penurunan tarif secara bertahap.

"Kondisi ini dapat meningkatkan daya tarik investasi pada sektor-sektor yang berorientasi ekspor dan terintegrasi dengan rantai pasok Eropa," jelasnya.

Energi baru terbarukan dinilai menjadi salah satu sektor yang berpotensi mendulang keuntungan. Sebab, Nurul memandang IEU-CEPA membuka peluang investasi Eropa yang mendukung ekonomi hijau, khususnya energi terbarukan, serta memfasilitasi perdagangan teknologi dan produk ramah lingkungan.

Baca Juga: Menkeu Suahasil Didesak Batalkan Rencana Tambah Layer Cukai, Ini Alasannya

Bahkan, lanjut Nurul, fact sheet IEU-CEPA secara khusus menempatkan energi terbarukan sebagai salah satu bidang yang berpotensi mendorong arus masuk investasi, disertai kerja sama teknologi dan investasi hijau.

"Peluang investasi ini dapat berkembang pada renewable energy, komponen energi bersih, energy efficiency, waste management, circular economy, hingga teknologi rendah karbon," imbuhnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News