BKPM: Investasi di Batam melonjak dua kali lipat



JAKARTA. Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat, investasi dari dalam dan luar negeri di Kawasan Perdagangan Bebas Pelabuhan Bebas Batam melonjak nyaris dua kali lipat pada Januari--September 2015 dibandingkan periode sama pada 2014.

"Realisasi sepanjang Januari--September 2015 naik hampir 100%,"kata Kepala BKPM  Franky Sibarani di Batam Kepulauan Riau, Rabu (4/11).

Realisasi investasi PMA dan PMDN di Batam pada Januari hingga September 2015 sebesar Rp 4,7 triliun, atau meningkat 99,6% dari Januari--September 2014 sebesar Rp 2,3 triliun.


Peningkatan nilai investasi yang pesat sepanjang 2015 itu menandakan Batam masih kondusif untuk investasi.

"Artinya, batam tahun ini kondusif. Investor percaya, yakin," kata dia.

Ia optimistis investasi di Batam akan semakin menarik dengan berbagai insentif yang diberikan pemerintah untuk kawasan itu.

Di tempat yang sama, Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia Kota Batam OK Simatupang membenarkan adanya peningkatan investasi di Batam.

"Mungkin angkanya tidak sama persis. Tapi memang ada peningkatan," kata OK.

Industri tumbuh kembali antara lain di bidang minyak dan gas bumi, perkapalan dan elektronik.

Ia menduga meningkatnya investasi di Batam didorong oleh kemudahan berinvestasi di kawasan itu.

"Aturan yang enak di Batam, investor lebih senang di Batam," kata dia.

Peningkatan investasi juga dibenarkan oleh Kepala Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam Mustofa Widjaja yang menyatakan kawasan itu sudah lepas dari jerat krisis global yang sempat melanda perekonomian dunia.

Senior GM PT Sumitomo Wiring System Batam Indonesia, Djoko Adiprabowo juga menyatakan industri di Batam, terutama di perusahaannya sudah mulai pulih dari krisis.

Jika pada 2004 kinerja perusahaan itu turun drastis, namun sejak awal 2014 sudah mulai membaik.

Ia sekaligus membantah rumor yang menyatakan perusahaan dengan ribuan tenaga kerja itu hendak tutup.

Bahkan, perusahaannya hendak melakukan perluasan dengan menambah produksi dan lebih dari 1.000 pekerja baru.

Sementara itu, berdasarkan data BKPM, dari total realisasi investasi PMA dan PMDN di Batam sebanyak 55,9%-nya adalah sektor industri atau sebanyak Rp 2,63 triliun.

Realisasi PMA berdasarkan asal negara di Batam untuk periode Januari hingga September 2015 adalah Hongkong (US$ 0,10 miliar), Singapura (US$ 0,07 miliar), Jepang (US$ 0,05 miliar ), Malaysia (US$ 0,01 miliar) dan Amerika Serikat (US$ 0,01 miliar).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Havid Vebri