JAKARTA. Badan Koordinasi dan Penanaman Modal (BKPM) telah membantu investor yang kesulitan merealisasikan penanaman modal (debottlenecking). Sejak awal tahun, BKPM menyelesaikan persoalan investasi yang dihadapi oleh 22 perusahaan. Mengingatkan saja, awal tahun ini BKPM merilis sebanyak 88 perusahaan kesulitan merealisasikan investasi. Perusahaan-perusahaan sudah berkomitmen menanamkan modalnya senilai Rp 230 triliun, tapi mereka terhambat berbagai persoalan di lapangan. Mulai dari masalah perizinan, masalah perubahan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) dan lahan, permasalahan seputar ekspor raw materials, terkait tenaga kerja, pengenaan anti dumping, dan masalah lain-lain. Nah, sejak awal tahun ini BKPM sudah membentuk tim khusus yang bertugas membantu realisasi komitmen investasi. Deputi Bidang Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal BKPM Azhar Lubis mengatakan, 22 perusahaan yang sudah terbantu paling banyak berasal dari sektor perdagangan, sektor pertambangan, dan industri pengolahan logam. Sebanyak tiga perusahaan berasal dari sektor listrik, gas, dan air, serta dua perusahaan masing-masing dari sektor logam dasar, barang logam, mesin dan elektronika serta sektor pariwisata. Sisanya, masing-masing satu perusahaan di sektor gula dan pengolahannya, sektor industri kimia dasar, barang kimia, dan farmasi, sektor perkebunan.
BKPM klaim atasi sumbatan 22 investor
JAKARTA. Badan Koordinasi dan Penanaman Modal (BKPM) telah membantu investor yang kesulitan merealisasikan penanaman modal (debottlenecking). Sejak awal tahun, BKPM menyelesaikan persoalan investasi yang dihadapi oleh 22 perusahaan. Mengingatkan saja, awal tahun ini BKPM merilis sebanyak 88 perusahaan kesulitan merealisasikan investasi. Perusahaan-perusahaan sudah berkomitmen menanamkan modalnya senilai Rp 230 triliun, tapi mereka terhambat berbagai persoalan di lapangan. Mulai dari masalah perizinan, masalah perubahan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) dan lahan, permasalahan seputar ekspor raw materials, terkait tenaga kerja, pengenaan anti dumping, dan masalah lain-lain. Nah, sejak awal tahun ini BKPM sudah membentuk tim khusus yang bertugas membantu realisasi komitmen investasi. Deputi Bidang Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal BKPM Azhar Lubis mengatakan, 22 perusahaan yang sudah terbantu paling banyak berasal dari sektor perdagangan, sektor pertambangan, dan industri pengolahan logam. Sebanyak tiga perusahaan berasal dari sektor listrik, gas, dan air, serta dua perusahaan masing-masing dari sektor logam dasar, barang logam, mesin dan elektronika serta sektor pariwisata. Sisanya, masing-masing satu perusahaan di sektor gula dan pengolahannya, sektor industri kimia dasar, barang kimia, dan farmasi, sektor perkebunan.