Blitzmegaplex Central Park Targetkan 1 Juta Penonton



JAKARTA. Blitzmegaplex sepertinya makin memperkuat cengkeraman di dalam bisnis bioskop. Kamis (22/7) Blitz kembali membuka lokasi baru di Central Park Jakarta. Blitz Central Park menjadi lokasi keenam setelah sebelumnya Blitz mengoperasikan bioskop di Paris van Java, Grand Indonesia, Pacific Place, Mall of Indonesia, dan Teraskota. Sebelum beroperasi penuh, Blitz Central Park sebenarnya sudah melakukan soft opening sejak tiga bulan silam.. Menurut Kepala Pemasaran Blitz, Infany Suryadji, respon pengunjung cukup positif selama masa soft opening sebelumnya. "Salah satu pendongkrak pengunjung ialah program nonton bareng Piala Dunia,” tuturnya. Pengunjung bioskop juga biasanya mengalami lonjakan musim liburan akhir tahun dan dipasangnya film-film favorit Hollywood yang masih diminati 60% pengunjung. Blitz Central Park memiliki 10 auditorium dengan total kapasitas 1.905 kursi. Kesepuluh auditorium ini terdiri dari delapan auditorium regular yang memiliki daya tampung 172 kursi hingga 393 kursi. Di samping itu, ada pula auditorium 3 Dimensi dengan kapasitas 21 bed-sofa sampai 25 bed-sofa. Pada bioskop 3Dimensi, Blitz menerapkan teknologi RealD.

"Teknologi ini terdepan di dunia dan pertama di Indonesia," lanjut Infany. Di bioskop 3 Dimensi ini, Blitz menyediakan layanan Velvet Class, yakni tempat duduk bed-sofa yang dilengkapi dengan beberapa bantal dan selimut untuk menciptakan suasana nyaman. Setiap bed-sofa dilengkapi dengan tombol untuk memesan makanan dan minuman. Ini memungkinkan pengunjung bisa memesan tanpa ketinggalan alur cerita film yang tengah ditonton.

Sementara itu, Cineplex 21 pun bersiap-siap dengan jurus tersendiri dalam menghadapi Blitz, Saat ini Cineplex 21 siap mengoperasikan bioskop di Kemang Village dan Gandaria City. "Kami akan beroperasi ketika kedua mal tersebut beroperasi," tutur jubir 21, Noorca Masardi. Kedua lokasi ini akan menambah deretan lokasi Cineplex 21 yang saat ini sudah mencapai 120 lokasi dengan tingkat keterisian bioskop 21 baru mencapai 30%.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Djumyati P.