BLTA incar tujuh kontrak senilai US$ 700 Juta



JAKARTA. Momentum pemberlakuan asas cabotage, rupanya mempu memberikan berkah tersendiri bagi perusahaan pelayaran dalam negeri, termasuk PT Berlian Laju Tanker Tbk (BLTA). Hingga kini, emiten bersandi saham BLTA itu tengah mengikuti tender proyek pengangkutan senilai US$ 700 juta.

"Itu untuk tujuh tender pengangkutan minyak dan gas," terang Kepala Hubungan Investor BLTA, Peter Chayson kepada Kontan, Rabu (13/10). Ia menuturkan, bahwa ketujuh tender itu berasal dari dalam negeri.

Ketujuh proyek incaran BLTA, hanya terbatas pada angkutan minyak dan gas (migas) dengan kontrak jangka panjang. Satu dari tujuh proyek yang tengah ditunggu keputusannya oleh BLTA berasal dari PT Pertamina.


Namun dari seluruh proyek tersebut, tidak semuanya dikerjakan tahun ini. Peter memperkirakan, setidaknya ada dua proyek yang bisa mereka garap bila tendernya mereka menangkan.

Lanjut Peter, sepanjang tahun 2010, BLTA baru mengantongi dua proyek baru senilai US$ 170 juta.

Hingga kini, BLTA paling tidak sudah memiliki 19 kapal berbendera Indonesia. Jumlah tersebut naik lebih dari dua kali lipat dari tahun 2009 sebanyak sembilan kapal.Selain bisnis migas, BLTA juga menyediakan jasa pengangkutan kimia dengan target pasar Internasional. Sepanjang tahun ini, BLTA telah mendapatkan kontrak lebih dari 20.000 ton bobot mati atau death weight (DWT). Sementara untuk tahun 2011, kontrak yang telah ditandatangani melonjak hingga 121.000 DWT.

Sebagai antisipasi lonjakan kontrak pengangkutan kimia, BLTA pun giat membeli kapal baru. Tahun ini saja, mereka sudah memperoleh empat kapal kimia baru yakni MT Gas Bangka yang memiliki kapasitas angkut 3.500 meter kubik (cmb), MT Gas Komodo yang berkapasitas 78,543 cmb, dan MT Gas Madura yang memiliki kapasitas 3.500 cmb. Pertengahan September lalu, BLTA juga menerima kapal vessel kimia MT Pitaloka yang berkapasitas 19.900 cmb.

BLTA, kata Peter, kemungkian masih akan mendapatkan kapal baru dengan sumber dana pinjaman perbankan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News