JAKARTA. Momentum pemberlakuan asas cabotage, rupanya mempu memberikan berkah tersendiri bagi perusahaan pelayaran dalam negeri, termasuk PT Berlian Laju Tanker Tbk (BLTA). Hingga kini, emiten bersandi saham BLTA itu tengah mengikuti tender proyek pengangkutan senilai US$ 700 juta. "Itu untuk tujuh tender pengangkutan minyak dan gas," terang Kepala Hubungan Investor BLTA, Peter Chayson kepada Kontan, Rabu (13/10). Ia menuturkan, bahwa ketujuh tender itu berasal dari dalam negeri. Ketujuh proyek incaran BLTA, hanya terbatas pada angkutan minyak dan gas (migas) dengan kontrak jangka panjang. Satu dari tujuh proyek yang tengah ditunggu keputusannya oleh BLTA berasal dari PT Pertamina.
BLTA incar tujuh kontrak senilai US$ 700 Juta
JAKARTA. Momentum pemberlakuan asas cabotage, rupanya mempu memberikan berkah tersendiri bagi perusahaan pelayaran dalam negeri, termasuk PT Berlian Laju Tanker Tbk (BLTA). Hingga kini, emiten bersandi saham BLTA itu tengah mengikuti tender proyek pengangkutan senilai US$ 700 juta. "Itu untuk tujuh tender pengangkutan minyak dan gas," terang Kepala Hubungan Investor BLTA, Peter Chayson kepada Kontan, Rabu (13/10). Ia menuturkan, bahwa ketujuh tender itu berasal dari dalam negeri. Ketujuh proyek incaran BLTA, hanya terbatas pada angkutan minyak dan gas (migas) dengan kontrak jangka panjang. Satu dari tujuh proyek yang tengah ditunggu keputusannya oleh BLTA berasal dari PT Pertamina.