JAKARTA. Pundi-pundi uang PT Berlian Laju Tenker Tbk (BLTA) mulai berkurang. Setelah terisi penuh pada Agustus lalu melalui pelepasan saham baru alias rights issue sebesar Rp 1,3 triliun, kocek BLTA tinggal berisi dana Rp 400 miliar. Sebanyak Rp 900 miliar telah habis digunakan untuk melunasi pembelian dua kapal baru yang selesai akhir tahun ini. Dana itu juga digunakan membiayai keperluan terkait penerapan asas cabotage, salah satunya memasang bendera merah putih di setiap kapal mereka. "Dana rights issue yang tersisa juga akan digunakan untuk penerapan asas cabotage," imbuh Head of Investor Relations BLTA Peter Chayson, Kamis (7/10). BLTA berniat terus menambah armada kapalnya. Saat ini, perusahaan pelayaran tersebut sudah memiliki 18 kapal berbendara Indonesia. "Ke depannya akan terus kami tambah sesuai dengan kontrak pekerjaan yang kami dapatkan," ungkap Peter.
BLTA sudah habiskan Rp 900 miliar untuk beli kapal
JAKARTA. Pundi-pundi uang PT Berlian Laju Tenker Tbk (BLTA) mulai berkurang. Setelah terisi penuh pada Agustus lalu melalui pelepasan saham baru alias rights issue sebesar Rp 1,3 triliun, kocek BLTA tinggal berisi dana Rp 400 miliar. Sebanyak Rp 900 miliar telah habis digunakan untuk melunasi pembelian dua kapal baru yang selesai akhir tahun ini. Dana itu juga digunakan membiayai keperluan terkait penerapan asas cabotage, salah satunya memasang bendera merah putih di setiap kapal mereka. "Dana rights issue yang tersisa juga akan digunakan untuk penerapan asas cabotage," imbuh Head of Investor Relations BLTA Peter Chayson, Kamis (7/10). BLTA berniat terus menambah armada kapalnya. Saat ini, perusahaan pelayaran tersebut sudah memiliki 18 kapal berbendara Indonesia. "Ke depannya akan terus kami tambah sesuai dengan kontrak pekerjaan yang kami dapatkan," ungkap Peter.