BLTA sudah habiskan Rp 900 miliar untuk beli kapal



JAKARTA. Pundi-pundi uang PT Berlian Laju Tenker Tbk (BLTA) mulai berkurang. Setelah terisi penuh pada Agustus lalu melalui pelepasan saham baru alias rights issue sebesar Rp 1,3 triliun, kocek BLTA tinggal berisi dana Rp 400 miliar.

Sebanyak Rp 900 miliar telah habis digunakan untuk melunasi pembelian dua kapal baru yang selesai akhir tahun ini. Dana itu juga digunakan membiayai keperluan terkait penerapan asas cabotage, salah satunya memasang bendera merah putih di setiap kapal mereka. "Dana rights issue yang tersisa juga akan digunakan untuk penerapan asas cabotage," imbuh Head of Investor Relations BLTA Peter Chayson, Kamis (7/10).

BLTA berniat terus menambah armada kapalnya. Saat ini, perusahaan pelayaran tersebut sudah memiliki 18 kapal berbendara Indonesia. "Ke depannya akan terus kami tambah sesuai dengan kontrak pekerjaan yang kami dapatkan," ungkap Peter.


Ia juga menyebutkan, BLTA masih mencari pinjaman dari perbankan. Pasalnya, sisa dana hasil rights issue tidak mencukupi untuk membeli kapal baru. Apalagi, perusahaan yang beroperasi sejak 1974 ini juga telah telanjur memesan 11 kapal baru.

Sebelas kapal yang dipesan BLTA itu merupakan kapal tanker kimia. Sayangnya, menurut Peter, 11 kapal baru itu tidak akan berbendera Indonesia. Sebab, kapal tersebut lebih banyak melayani rute pengiriman barang antarnegara di luar negeri.

Adapun kapal untuk rute domestik yang dimiliki BLTA sebagian besar adalah jenis tanker gas dan minyak. "Sampai akhir tahun, kami akan memiliki 20 kapal berbendera Indonesia," lanjutnya.

Menurut Peter, pilihan jenis kapal tersebut didasarkan atas jenis kontrak yang mereka kantongi. "Kontrak di Indonesia memang kebanyakan adalah pengangkutan gas dan minyak," ucapnya.

Tahun ini, BLTA sudah kedatangan sejumlah kapal baru pesanan mereka, yaitu MT Gas Bangka yang memiliki kapasitas angkut 3.500 meter kubik (cmb), MT Gas Komodo yang berkapasitas 78,543 cmb, dan MT Gas Madura yang memiliki kapasitas 3.500 cmb. Pertengahan September lalu, BLTA juga menerima kapal vessel kimia MT Pitaloka yang berkapasitas 19.900 cmb.

Hingga kini BLTA merupakan perusaan pelayaran yang mengoperasikan sebanyak 96 kapal tanker dengan total kapasitas angkut sebesar 2,4 juta ton bobot mati atau dead weight ton (DWT).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News