Blue Bird belum akan menaikkan tarif taksi



JAKARTA. Pemerintah mewacanakan rencana kenaikan BBM bersubsidi. Meskipun rencana tersebut disusul dengan Organda (Organisasi Angkutan Darat) yang berencana menaikkan tarif angkutan umum  30-35% apabila harga BBM jadi naik, Blue Bird belum akan meniru kebijakan tersebut. "Blue Bird masih akan menghitung berapa dampak dari kenaikan BBM," kata Noni S. A. Purnomo, Vice President Business Development Blue Bird Group kepada KONTAN di Jakarta, Rabu (1/5). Noni bilang, apabila harga BBM nanti diputuskan mengalami kenaikan maka secara otomotis harga spare parts dan gaji karyawan juga akan meningkat. Namun, Blue Bird belum dapat memperkirakan berapa persentase kenaikan tarif. Nantinya perusahaan yang berencana untuk IPO (Initial Public Offering) pada tahun 2013 ini akan mengajukan kenaikan tarif melalui organda. "Organda adalah pihak yang berhak untuk mengajukan tarif baru ke pemerintah," tandasnya. Adapun di tahun ini, taksi berwarna biru tersebut akan menambah armada hingga 10.000 unit di kawasan Jadetabek (Jakarta Depok Tangerang Bekasi). Saat ini, di area Jadetabek armada taksi Blue Bird berjumlah hampir 16.000. Armada di area ini adalah armada terbesar yang dikerahkan perusahaan taksi premium tersebut setelah Surabaya dengan 2.000 armada dan Bali dengan 1.500 armada.

Perlu diketahui, pemerintah batal menaikkan harga BBM bersubsidi bulan Mei ini. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memastikan pemerintah akan menaikkan harga jual BBM bersubsidi. Paling cepat, harga baru untuk premium dan solar subsidi akan berlaku pada Juni 2013 mendatang. Harga BBM akan naik setelah Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2013 disetujui DPR.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Editor: