Blue Bird (BIRD) Bidik Pertumbuhan Jangka Panjang Lewat Bisnis Non-Taksi



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Blue Bird Tbk (BIRD) akan memperkuat pengembangan segmen non-taksi dan kanal digital sebagai salah satu strategi untuk menjaga pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang.

Direktur Utama Bluebird Adrianto Djokosoetono mengungkapkan, perusahaan akan terus memperkuat layanan inti sekaligus mengembangkan portofolio layanan yang lebih beragam guna menjawab kebutuhan mobilitas masyarakat.

"Ke depan, kami akan terus memperkuat layanan inti, mengembangkan segmen non-taksi, meningkatkan kontribusi kanal digital, serta menjaga keseimbangan antara pertumbuhan, efisiensi operasional, dan kualitas layanan," ujar Adrianto dalam Pubex di Jakarta, Kamis (18/6/2026).


Baca Juga: AI Dorong Efisiensi Bisnis, Kemampuan Manusia Bisa Jadi Faktor Pembeda

Strategi tersebut sejalan dengan transformasi berbasis konsep 3M atau multi-product, multi-channel, dan multi-payment yang menjadi fondasi pengembangan ekosistem Mobility as a Service (MaaS) Bluebird.

Sepanjang 2025, perusahaan memperluas layanan melalui pengoperasian armada taksi Bluebird di Solo, peluncuran layanan airport shuttle di Kalimantan Timur, serta kolaborasi penyediaan layanan transportasi publik sektor bus di Jakarta.

Pada kanal digital, Bluebird memperkuat aplikasi MyBluebird melalui pengembangan fitur Fixed Price yang memungkinkan pelanggan memperoleh kepastian tarif perjalanan. Perusahaan juga mengintegrasikan pembayaran digital melalui OVO dan mengembangkan e-voucher untuk pelanggan korporasi.

Selain itu, Bluebird mulai memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk meningkatkan efisiensi operasional. Penggunaan AI-generated heat map dan optimalisasi dynamic fixed price digunakan untuk membantu pengelolaan distribusi armada berdasarkan pola permintaan pelanggan secara real time.

Adrianto menilai pengembangan teknologi, inovasi layanan, dan perluasan kapasitas operasional akan menjadi pendorong pertumbuhan bisnis perusahaan ke depan.

Sebagai catatan, Bluebird membukukan pendapatan bersih Rp5,7 triliun pada 2025, naik 13% dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara laba tahun berjalan meningkat 9% menjadi Rp643 miliar.

Baca Juga: Paradise Property (INPP) Targetkan Pendapatan Berulang di Atas 75%, Ini Strateginya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TAG: