Blue Bird (BIRD) Genjot Produktivitas Armada untuk Menopang Pertumbuhan Bisnis



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Blue Bird Tbk (BIRD) terus memperkuat strategi pengembangan bisnis mobilitas melalui optimalisasi produktivitas armada dan diversifikasi layanan. 

Direktur Utama Blue Bird Andre Djokosoetono, menyampaikan strategi ini dilakukan untuk menjangkau kebutuhan mobilitas pelanggan yang semakin beragam, baik melalui layanan taksi maupun non-taksi. 

“Bagi kami, pertumbuhan bisnis harus berjalan seiring dengan kemampuan mengelola operasional secara produktif dan menjaga kualitas layanan. Karena itu, kami terus mengoptimalkan pemanfaatan armada, menyesuaikan ketersediaannya dengan kebutuhan pelanggan, serta mengembangkan pilihan layanan yang relevan,” ungkap Andre, dalam keterangannya, Selasa (3/11). 


Baca Juga: Hyundai Siapkan Mobil Listrik 7 Penumpang NEIRA, Ini Empat Keunggulannya

Strategi tersebut tercermin dari pertumbuhan kedua lini bisnis Blue Bird hingga kuartal III 2026. Layanan taksi masih menjadi kontributor utama dengan porsi sekitar 70% terhadap total pendapatan dan tumbuh 11,1% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. 

Sementara itu, layanan non-taksi yang mencakup shuttle, rental mobil dan bus, serta layanan mobilitas lainnya berkontribusi sekitar 30% terhadap pendapatan, dengan pertumbuhan sebesar 10,1% secara tahunan.

Pada layanan taksi, Bluebird Group memperkuat pilihan perjalanan dengan kehadiran Bluebird Prime yang melengkapi layanan taksi Bluebird dan Silverbird. 

Sejak diluncurkan pada Juli 2026, Bluebird Prime melengkapi portofolio menawarkan layanan yang lebih nyaman. Jangkauan operasionalnya juga telah sampai ke enam wilayah, yaitu Jadetabek, Bandung, Surabaya, Medan, Bali, dan Semarang.

Pada segmen non-taksi, Cititrans terus mencatatkan pertumbuhan pendapatan pada kuartal III melalui optimalisasi jadwal keberangkatan, utilisasi armada, dan efisiensi layanan. 

Bigbird juga memperlihatkan perkembangan permintaan dari korporasi dan perjalanan rombongan dari berbagai kegiatan. Ini menunjukkan beragam layanan Bluebird Group mampu menjangkau kebutuhan mobilitas yang berbeda.

Selain memperluas portofolio layanan, Bluebird juga mengoptimalkan pengelolaan siklus hidup armada. Hingga kuartal III 2026, keuntungan penjualan aset tetap meningkat 38,1% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Optimalisasi armada tersebut menjadi bagian dari upaya Perseroan dalam menjaga produktivitas operasional.

BIRD tercatat membukukan pendapatan sebesar Rp 4,57 triliun hingga kuartal III 2026, tumbuh 10,9% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Momentum pertumbuhan juga terlihat pada kuartal III, ketika EBITDA perusahaan  meningkat sekitar 16% secara tahunan menjadi Rp 377,5 miliar. Secara kumulatif, EBITDA hingga September 2026 mencapai Rp 1,09 triliun, tumbuh 9,8% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. 

Pada periode yang sama, BIRD membukukan laba bersih sebesar Rp 474 miliar hingga September 2026.

Memasuki kuartal IV, Bluebird Group terus mempersiapkan kapasitas dan kesiapan operasional untuk mengantisipasi berbagai kebutuhan mobilitas masyarakat. 

Momentum perjalanan akhir tahun, normalisasi aktivitas pendidikan, serta penambahan armada menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam mengoptimalkan peluang permintaan di berbagai segmen pelanggan.

“Ke depan, kami akan terus memperkuat kemampuan operasional dan mengembangkan layanan sesuai kebutuhan pelanggan. Dengan dukungan pengemudi profesional, armada yang terawat, dan sistem mobilitas yang terintegrasi, kami berkomitmen menjaga kepercayaan pelanggan sekaligus membangun pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan,” tutup Andre.

Baca Juga: BEST Bidik Peluang dari Data Center dan Pergudangan pada 2027

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News