KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Blue Bird Tbk (
BIRD) memproyeksikan permintaan layanan transportasi meningkat rata-rata 20% pada periode arus balik Lebaran 2026, sejalan dengan tren kenaikan pada arus balik Lebaran 2025.
Chief Marketing Officer BIRD Monita Moerdani mengatakan perusahaan menyiagakan layanan di lima titik utama dengan mobilitas tinggi selama Ramadan hingga Lebaran, yakni
transport hub, hotel, pusat perbelanjaan, area kuliner, serta kawasan residensial. "Karena di sinilah orang akan sangat banyak beraktivitas,” katanya saat media
gathering di Jakarta, Kamis (26/2).
Baca Juga: Bos Agrinas: Mahindra Scorpio Pikup Tetap Andal Meski “Minum Solar Busuk” Monita menuturkan perusahaan akan memaksimalkan momentum kenaikan mobilitas masyarakat pada pekan kedua Ramadan hingga menjelang Lebaran. Selain itu, pergerakan juga datang dari masyarakat yang tidak mudik dan tetap beraktivitas di dalam kota, termasuk ke pusat perbelanjaan. Untuk menghadapi lonjakan tersebut, Bluebird menyiapkan lebih dari 25.000 armada, termasuk peremajaan armada pada layanan Bluebird, Silverbird, Goldenbird, Bigbird, Cititrans, hingga Bluebird Kirim. Perusahaan juga telah mengoperasikan sekitar 700 unit kendaraan listrik. "Maka kami ingin memposisikan Blue Bird ini sebagai teman perjalanan untuk membantu masyarakat,” tuturnya. Dari sisi kinerja layanan, Monita menyebut permintaan taksi Bluebird diperkirakan naik rata-rata 20% seperti pada arus balik Lebaran 2025. Pada periode yang sama, layanan Goldenbird tercatat naik rata-rata 21% dan Silverbird naik 5%. Untuk layanan antarkota, Cititrans tumbuh 23% saat Lebaran, sementara layanan charter bus naik 10% pada Ramadan tahun lalu. Adapun layanan Bluebird Kirim melonjak 62% selama Ramadan. "Saat orang mau kirim-kiriman
hampers, ini bisnisnya naiknya luar biasa, setiap ada high season seperti akhir tahun, ada lonjakan di Bluebird Kirim,” ujar Monita.
Baca Juga: ESDM dan PLN Antisipasi Risiko Pasokan Batubara PLTU Perusahaan juga menyiapkan sejumlah program promo di berbagai lini bisnis dengan syarat dan ketentuan masing-masing. Secara tren, Bluebird menilai pola mobilitas masyarakat semakin terkonsentrasi menjelang dan setelah Lebaran. "Kami melihat pola perjalanan yang semakin terkonsentrasi menjelang dan setelah Lebaran,” ujarnya. Untuk itu, kesiapan operasional diperkuat di lebih dari 1.300 pangkalan di seluruh Indonesia, termasuk bandara, stasiun, terminal, pusat perbelanjaan, hotel, dan kawasan residensial.
Perusahaan juga mengoptimalkan fitur Advance Booking dan Fixed Price di aplikasi MyBluebird guna memberikan kepastian tarif di tengah potensi kepadatan lalu lintas. Hasil survei YouGov turut mendukung proyeksi lonjakan mobilitas. Sebanyak 43% masyarakat berencana mudik dua hingga enam hari sebelum Lebaran, sedangkan 51% responden merencanakan arus balik dalam rentang waktu yang sama setelah Lebaran. Periode tersebut diperkirakan menjadi fase dengan tekanan mobilitas tertinggi sepanjang tahun. Dengan tren tersebut, Bluebird menempatkan fase arus balik sebagai momentum penting yang akan menentukan kinerja layanan transportasi dan logistik selama musim Lebaran 2026. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News