KONTAN.CO.ID - JAKARTA.
PT Blue Bird Tbk (BIRD) mencatatkan kinerja keuangan solid sepanjang 2025 dengan membukukan pendapatan sebesar Rp 5,7 triliun atau tumbuh 13,2% secara tahunan (YoY). Capaian ini menjadi yang tertinggi sejak industri transportasi terdampak disrupsi teknologi. Pertumbuhan pendapatan ditopang oleh kinerja positif di seluruh lini bisnis, baik segmen taksi maupun non-taksi, yang secara kolektif mendorong peningkatan kinerja Perseroan.
Baca Juga: Lowongan Kerja Terbaru di Indofood 2025 untuk Minimal Lulusan SMA/SMK Dari sisi profitabilitas, Bluebird mencatat EBITDA sebesar Rp 1,34 triliun dan laba bersih Rp 643,4 miliar, yang juga tumbuh dibandingkan tahun sebelumnya. Kinerja ini mencerminkan keberhasilan Perseroan dalam menjaga daya saing sekaligus melampaui capaian sebelum
era ride-hailing. Direktur Utama PT Blue Bird Tbk, Andre Djokosoetono, menyampaikan bahwa pencapaian ini mencerminkan konsistensi kinerja di tengah investasi berkelanjutan untuk peremajaan armada, peningkatan kesiapan layanan, serta pengembangan kapabilitas digital. "Saat ini, kami secara kontinyu melakukan akselerasi untuk memperkuat posisi sebagai perusahaan
Mobility-as-a-Service yang menghadirkan solusi mobilitas multimoda," ujar Andre dalam keterangannya, Selasa (31/3/2026). Seiring dengan pertumbuhan tersebut, Bluebird juga meningkatkan kapasitas layanan melalui penambahan sekitar 1.800 armada sepanjang 2025, sehingga total armada kini mencapai lebih dari 26.000 unit, termasuk kendaraan listrik.
Baca Juga: Laba Lampaui Target, Harga Saham Indosat Diproyeksi Capai Rp 2.500 Ekspansi operasional turut dilakukan dengan penambahan jaringan pool menjadi 58 lokasi serta perluasan pangkalan hingga lebih dari 1.300 titik strategis di berbagai kota. Di sisi digital, aplikasi MyBluebird mencatat pertumbuhan pengguna lebih dari 30%. Kontribusi pemesanan melalui aplikasi kini mencapai sekitar 40% dari total transaksi. Sementara itu, fitur
Fixed Price juga menunjukkan peningkatan penggunaan hingga dua kali lipat. Perseroan juga terus memperkuat komitmen keberlanjutan melalui penambahan armada kendaraan listrik yang dioperasikan di sejumlah kota besar, seperti Jakarta, Surabaya, Bandung, dan Medan. Selain itu, berbagai program sosial turut dijalankan, mulai dari program Kartini Bluebird, Beasiswa Bluebird Peduli, hingga program umrah bagi mitra pengemudi dan karyawan yang telah menjangkau lebih dari 70.000 penerima manfaat. Implementasi prinsip ESG juga tercermin dari konsistensi Bluebird dalam indeks ESGQ 45 IDX KEHATI dan ESG SL IDX KEHATI.
Baca Juga: Lowongan Kerja di Kedutaan Besar Inggris Jakarta, Cek Syaratnya Ini Memasuki 2026, Bluebird menetapkan strategi “Gerak Cepat, Layan Tepat, Tumbuh Pesat” guna menjaga momentum pertumbuhan di tengah dinamika industri. Perseroan akan fokus pada ekspansi adaptif ke kota-kota strategis serta penguatan ekosistem layanan multimoda yang disesuaikan dengan kebutuhan pelanggan di tiap wilayah. Bluebird juga akan mengembangkan model layanan yang lebih fleksibel tanpa mengedepankan kompetisi harga, melainkan pada peningkatan relevansi layanan.
Selain itu, perusahaan akan mengoptimalkan kanal distribusi, baik melalui platform digital internal maupun kemitraan strategis, guna mendorong penciptaan permintaan baru.
Baca Juga: Lowongan Kerja Charoen Pokphand 2024, Ada 5 Posisi Tersedia “Ke depan, kami akan terus mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan melalui fokus pada kualitas layanan, relevansi solusi, serta eksekusi yang tetap presisi. Dengan strategi yang disiplin dan adaptif, kami optimis terus hadir sebagai pilihan utama dalam memenuhi berbagai kebutuhan mobilitas masyarakat,” tutup Andre. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News