KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Hasil analisis BMKG menunjukkan kondisi dinamika atmosfer yang tidak stabil hingga 23 Juli, yang bisa meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan dan cuaca ekstrem di beberapa wilayah Indonesia. "Kondisi tersebut diperkuat oleh aktifnya fenomena Madden Julian Oscillation (MJO), gelombang Rossby Ekuatorial, dan gelombang Kelvin di wilayah Indonesia," kata Deputi Bidang Meteorologi BMKG Guswanto dalam keterangan tertulis. Selain itu, pembentukan belokan maupun pertemuan dan perlambatan kecepatan angin atau konvergensi bisa mengakibatkan peningkatan potensi pertumbuhan awan hujan di beberapa wilayah Indonesia.
- 21 Juli: Bengkulu, Sumatra Selatan, Banten, Jawa Barat, Kalimantan Tengah, Sulawesi Tenggara, Maluku, Papua Barat, dan Papua.
- 22-23 Juli: Maluku, Papua Barat, dan Papua.