KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Saban hari, gempa bumi menggoyang wilayah Indonesia. Kemarin (26/8), misalnya, Badan Meteorologi, Klimatologi,dan Geofisika (BMKG) mencatat, terjadi lindu dengan magnitudo 4,9 yang getarannya terasa hingga Kabupaten Poso pada pukul 17.00 WITA. Tapi, Mohammad Sadly, Deputi Geofisika BMKG, mengatakan, sebenarnya gempa tidak membunuh dan melukai. Justru, bangunanlah yang membunuh dan melukai manusia. Maka itu, pekerjaan rumah utama untuk menghadapi gempa adalah menyiapkan bangunan yang memiliki struktur kuat dan tahan gempa. "Potensi bahaya gempa bumi harus diantisipasi dengan menerapkan building code dengan ketat dalam membangun struktur bangunan. Bangunan tahan gempa bumi wajib diberlakukan di daerah rawan gempa," tegas Sadly dalam siaran pers akhir pekan lalu.
BMKG: Gempa tidak membunuh dan melukai manusia
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Saban hari, gempa bumi menggoyang wilayah Indonesia. Kemarin (26/8), misalnya, Badan Meteorologi, Klimatologi,dan Geofisika (BMKG) mencatat, terjadi lindu dengan magnitudo 4,9 yang getarannya terasa hingga Kabupaten Poso pada pukul 17.00 WITA. Tapi, Mohammad Sadly, Deputi Geofisika BMKG, mengatakan, sebenarnya gempa tidak membunuh dan melukai. Justru, bangunanlah yang membunuh dan melukai manusia. Maka itu, pekerjaan rumah utama untuk menghadapi gempa adalah menyiapkan bangunan yang memiliki struktur kuat dan tahan gempa. "Potensi bahaya gempa bumi harus diantisipasi dengan menerapkan building code dengan ketat dalam membangun struktur bangunan. Bangunan tahan gempa bumi wajib diberlakukan di daerah rawan gempa," tegas Sadly dalam siaran pers akhir pekan lalu.