BMKG revisi gempa Bali jadi 5,6 SR



DENPASAR. Berdasarkan evaluasi lanjutan yang dilakukan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, gempa yang mengguncang Bali pada Rabu (22/3) pagi berkekuatan 5,6 Skala Richter.

Sebelumnya, BMKG merilis gempa tersebut berkekuatan 6,4 SR.

“Tidak ada yang salah dengan publikasi awal, tapi setelah semua data dikumpulkan BMKG melakukan analisa kembali sehingga diketahui kekuatan gempa hari ini di Bali 5,6 Skala Richter,” kata Kepala BMKG Bali M Taufik saat dikonfirmasi Kompas.com Rabu siang.


Menurut dia, pengumuman pertama merupakan komitmen BMKG untuk sesegera mungkin menganalisa dam menyampaikan peringatan awal kepada masyarakat.

“Sesuai komitmen bersama, paling lama 5 menit harus ada hasil analisis data awal yang muncul untuk kepentingan peringatan dini kepada masyarakat,” kata Taufik.

Setelah peringatan awal, BMKG akan terus mengumulkan data dan informasi. Catatan-catatan gempa berbasis seismograf dikumpulkan lalu dianalisa kembali.

Senada, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bali MD Indra mengatakan, setelah dievaluasi gempa yang mengguncang pada pagi tadi kekuatannya 5,6 SR dan berpusat di darat sekitar wilayah Nusa Dua dengan kedalaman 126 Km.

“Begitu ada gempa peralatan di seluruh indonensia mencatat dan menganalisis. Karena harus mengeluarkan data tidak boleh lebih dari lima menit maka muncul angka 6,4 tersebut. Tetapi setelah dicocokan semua data kekuatannya hanya 5,6,” kata Indra.

Sebelumnya diberitakan, Bali diguncang gempa berkekuatan 6,4 skala Richter pada Rabu (22/3) pukul 07.10 Wita. Gempa berpusat di 8.88 LS,115.24 BT, 23 Km Tenggara Denpasar pada kedalaman 117 km. Gempa tidak berpotensi tsunami. (Robinson Gamar)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Sanny Cicilia