BMKG Rilis Daftar Wilayah dengan Suhu Terdingin, Terendah 14,2 Derajat Celcius



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sebagian masyarakat Indonesia di sejumlah wilayah merasakan suhu dingin saat pagi hari. Adapun wilayah yang merasakan suhu dingin terletak di selatan garis khatulistiwa seperti Pulau Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara. 

Apa penyebab terjadinya suhu dingin di wilayah tersebut?

Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), suhu dingin saat ini merupakan fenomena alamiah saat puncak musim kemarau pada Juli hingga September dan umum terjadi. 


"Puncak musim kemarau ditandai adanya pergerakan angin dari arah timur berasal dari Benua Australia, yang saat bulan Juli wilayah ini berada dalam periode musim dingin," ujar Kepala Bidang Prediksi dan Peringatan Dini Cuaca Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Miming Saepudin. 

Pola tekanan udara yang relatif tinggi menyebabkan pergerakan massa udara dari Australia menuju Indonesia, dikenal dengan istilah Monsoon Dingin Australia, yang bertiup melewati perairan Samudra Indoensia dengan suhu permukaan laut relatif lebih dingin.

Baca Juga: Awal Musim Kemarau di Indonesia Terjadi pada Bulan Apa?

Hal tersebut menyebabkan suhu di beberapa wilayah Indonesia terutama bagian selatan khatulistiwa terasa lebih dingin. Berkurangnya awan dan hujan di Pulau Jawa hingga Nusa Tenggara turut berkontribusi terhadap suhu dingin yang terjadi malam hari, karena tidak ada uap air dan air yang membuat energi radiasi dilepaskan oleh bumi pada malam hari tidak tersimpan di atmosfer.

Awan langit yang cenderung bersih juga menyebabkan panas radiasi balik gelombang panjang langsung dilepaskan ke atmosfer luar, membuat udara dekat permukaan terasa lebih dingin utamanya saat malam hingga pagi hari.

Wilayah Indonesia dengan suhu terdingin

Sejauh ini, BMKG mencatat wilayah yang mengalami suhu terdingin, tepatnya terjadi pada 16-17 Juli 2022. Data ini diperoleh dari stasiun pemantauan BMKG yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.

Daftar stasiun meteorologi, klimatologi, maupun geofisikayang melaporkan suhu terdingin sebagai berikut:

  • Stasiun meteorologi Frans Sales Lega dengan suhu 14,2 derajat celcius
  • Stasiun meteorologi Wamena Jaya Wijaya dengan suhu 16,5 derajat celcius
  • Stasiun meteorologi Enarotali dengan suhu 16,6 derajat celcius
  • Stasiun geofisika Padang Panjang dengan suhu 17,2 derajat celcius
  • Stasiun meteorologi Citeko dengan suhu 17,8 derajat celcius
  • Stasiun meteorologi Jawa Timur dengan suhu 18,6 derajat celcius
  • Stasiun meteorologi Depati Parbo Wijaya dengan suhu 19 derajat celcius
  • Stasiun meteorologi Yuvai Semaning dengan suhu 19,4 derajat celcius
  • Stasiun meteorologi Toraja dengan suhu 19,7 derajat celcius
  • Stasiun meteorologi Umbu Mehang Kunda dengan suhu 20 derajat celcius
  • Stasiun geofisika Kepahiang dengan suhu 20,2 derajat celcius
  • Stasiun meteorologi Mali dengan suhu 20,8 derajat celcius
  • Stasiun meteorologi Mutiara Sis Al Jufri dengan suhu 21 derajat celcius
  • Stasiun klimatologi Sumatera Barat dengan suhu 21 derajat celcius
  • Stasiun meteorologi Maritim Bitung dengan suhu 21,2 derajat celcius
  • Stasiun meteorologi David Constatijin Saudale dengan suhu 21,2 derajat celcius
  • Stasiun meteorologi Pangsuma dengan suhu 21,4 derajat celcius
  • Stasiun meteorologi Eltari dengan suhu 21,4 derajat celcius
  • Stasiun klimatologi Jawa Barat dengan suhu 21,5 derajat celcius
  • Stasiun Meteorologi Aek Godang dengan suhu 21,5 derajat celcius
Baca Juga: BMKG Beberkan Penyebab Suhu Dingin di Beberapa Wilayah Indonesia, Apa yang Terjadi?

Menurut Miming, untuk kondisi musim kemarau saat ini masih cukup normal. Suhu dingin dikatakan ekstrem saat mencapai 3 derajat lebih rendah dari rata-rata normalnya. "Karena setiap daerah memiliki nilai normal yang berbeda, ambang batas ekstrepm setiap daerah juga berbeda-beda," pungkas Miming.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "BMKG Catat Suhu Terdingin Wilayah Indonesia Capai 14,2 Derajat Celcius" Penulis : Mela Arnani Editor : Shierine Wangsa Wibawa

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Barratut Taqiyyah Rafie