BMRI, BBCA, dan BBRI Menghijau di Kala BBNI Merana Pada Perdagangan Rabu (25/3)



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sejumlah saham bank berkapitalisasi besar alias big banks mencatatkan kenaikan harga hari ini (25/3/2026). Meski kenaikan harga merupakan sinyal kebangkitan yang positif, analis tetap meminta investor untuk berhati-hati.

Di penutupan hari ini, saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) ditutup pada zona hijau. Sementara itu, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) justru anjlok.

Pada sesi kali ini, saham BMRI mengalami kenaikan tertinggi hari ini dengan ditutup pada level Rp 4.970 per saham atau naik 5,07% dibandingkan penutupan sebelumnya. 


Baca Juga: Laba BRI Naik 17% per Februari 2026

BBCA menyusul dengan penutupan harga di Rp 6.900 per saham atau naik 1,85%. BBCA sempat memerah di pembukaan perdagangan sebelum berhasil naik cukup pesat.

Berbeda kenaikan tipis, saham BBRI berada pada level Rp3.540 per saham, naik 1,72%. BMRI sepanjang perdagangan hari ini bergerak cukup stagnan dan baru naik cukup signifikan mendekati penutupan.

Sementara itu, BBNI turun cukup dalam hari ini. BBNI ditutup pada level Rp 4.040 per saham, turun 7,97% dari harga sebelumnya. 

Head of Research Korea Investment and Sekuritas Indonesia (KISI) Muhammad Wafi mengatakan, kenaikan harga saham big banks ini lebih mengarah pada technical rebound.

"Saham perbankan sudah oversold sebelum libur lebaran, sehingga memicu bottom fishing. Secara jangka panjang belum terkonfirmasi sebagai tren naik yang stabil," kata Wafi saat dihubungi, Rabu (25/3/2026).

Dengan begitu, Wafi tetap mewanti-wanti investor untuk berhati-hati. Menurutnya, pergerakan saham big banks dalam jangka panjang masih belum bisa diproyeksikan saat ini.

Ada beberapa faktor, menurut Wafi, yang masih harus dipertimbangkan untuk melihat arah pergerakan jangka panjang. Faktor itu di antaranya adalah ketidakpastian makro ekonomi domestik, pelemahan rupiah, arah suku bunga The Fed, serta menanti laporan keuangan Indonesia di Kuartal-1 2026.

 
BMRI Chart by TradingView

Selain itu, Wafi juga menyebut investor asing saat ini masih selektif dan terbatas untuk mengakumulasi saham Indonesia. "Mayoritas asing masih wait and see terhadap stabilitas makro domestik dan global," ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News