BMTR targetkan laba bersih 2012 tumbuh 54%



JAKARTA. PT Global Mediacom Tbk (BMTR) memproyeksikan, laba bersih tahun ini tumbuh 41,21%-54,04% menjadi Rp 1,1 triliun hingga Rp 1,2 triliun. Selama tahun 2011, BMTR mencetak laba bersih Rp 779 miliar.

Direktur Utama Global Mediacom Hary Tanoesoedibjo mengatakan, perseroan ini optimistis mencatatkan pendapatan signifikan tahun ini karena bisnis new media atau konten internet bertumbuh pesat. Anak usaha BMTR, PT Media Nusantara Citra Tbk, masih menjadi penyumbang terbesar laba bersih.

Hingga akhir kuartal III 2012, BMTR berhasil membukukan pendapatan konsolidasi tak diaudit senilai Rp 6,3 triliun atau naik 21% dari periode yang sama tahun lalu. Adapun laba bersihnya tumbuh 43% menjadi Rp 881 miliar. MNCN berkontribusi 71% dari pendapatan BMTR atau Rp 4,48 triliun. "Channel kami terus bertumbuh, jadi target laba bisa naik lebih dari 50%," ujar Hary Tanoe usai RUPSLB di Jakarta, Senin (29/10).


Anak usaha Global Mediacom, yakni PT MNC GS Homeshopping, juga bertumbuh pesat. Perusahaan patungan yang didirikan bersama GS Homeshopping Inc itu bergerak dalam perdagangan eceran melalui media televisi, katalog cetak dan online

Menurut Hary, Homeshopping memang belum menyumbang besar karena masih baru. "Tapi bisnis ini bagus sekali, jadi kami mengharapkan bisa mendorong laba untuk tahun depan," ujar dia.

Dalam kesempatan itu, Hary juga menjelaskan tentang sisa dana buyback saham. Dia bilang, sampai akhir tahun ini, manajemen tidak berencana meneruskan buyback saham BMTR. Global Mediacom menggelontorkan Rp 391,44 miliar untuk buyback. Padahal perusahaan ini sudah menyiapkan dana Rp 1,7 triliun dari kas internal. Artinya, BMTR masih memiliki dana Rp 1,31 triliun untuk buyback.

Adapun jumlah saham yang telah dibeli dari pasar mencapai 243,82 juta saham setara 24% dari total saham yang bakal dibeli kembali sebanyak 1,01 miliar saham.

Sebagai catatan, Global Mediacom melakukan buyback karena menilai harga sahamnya di bawah nilai sebenarnya (undervalue). Tapi, menurut Hary, kini harga BMTR sudah naik sehingga manajemen memutuskan tak akan menggunakan dana sisa itu untuk buyback lagi tahun ini.

Utang yang kecil menjadi alasan lain bagi BMTR untuk buyback. Di akhir 2011, rasio liabilitas terhadap ekuitas perusahaan ini masih 0,4 kali.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: