KONTAN.CO.ID – BERLIN. Produsen mobil premium asal Jerman, BMW, memperkirakan kinerja keuangannya akan menghadapi tekanan pada tahun ini. Perusahaan memproyeksikan laba sebelum pajak (pre-tax earnings) akan turun secara moderat pada 2026, sementara pengiriman kendaraan diperkirakan stagnan akibat meningkatnya hambatan perdagangan global. Dalam pernyataan yang dirilis Kamis (12/3), BMW menyebutkan bahwa kenaikan tarif perdagangan menjadi salah satu faktor utama yang membebani bisnis otomotif inti perusahaan. Tekanan tersebut diperkirakan akan memangkas margin laba operasional (EBIT margin) di segmen otomotif sekitar 1,25 poin persentase pada tahun 2026. BMW memproyeksikan margin EBIT segmen otomotif berada pada kisaran 4% hingga 6% pada 2026. Angka ini lebih rendah dibandingkan margin 5,3% yang dicatat pada 2025.
BMW Prediksi Laba 2026 Menyusut Seiring Tekanan Tarif Perdagangan
KONTAN.CO.ID – BERLIN. Produsen mobil premium asal Jerman, BMW, memperkirakan kinerja keuangannya akan menghadapi tekanan pada tahun ini. Perusahaan memproyeksikan laba sebelum pajak (pre-tax earnings) akan turun secara moderat pada 2026, sementara pengiriman kendaraan diperkirakan stagnan akibat meningkatnya hambatan perdagangan global. Dalam pernyataan yang dirilis Kamis (12/3), BMW menyebutkan bahwa kenaikan tarif perdagangan menjadi salah satu faktor utama yang membebani bisnis otomotif inti perusahaan. Tekanan tersebut diperkirakan akan memangkas margin laba operasional (EBIT margin) di segmen otomotif sekitar 1,25 poin persentase pada tahun 2026. BMW memproyeksikan margin EBIT segmen otomotif berada pada kisaran 4% hingga 6% pada 2026. Angka ini lebih rendah dibandingkan margin 5,3% yang dicatat pada 2025.
TAG: