BMW Tolak Tarif Mobil China, Pilih Kesepakatan Harga dengan Beijing



KONTAN.CO.ID - BERLIN. BMW menilai masuknya mobil murah asal China ke pasar Eropa mulai menjadi ancaman bagi industri otomotif regional.

Namun, BMW tidak mendukung penambahan tarif sebagai solusi karena kebijakan tersebut dinilai berisiko memicu eskalasi perdagangan.

CEO BMW Milan Nedeljkovic mengatakan, sebagian mobil China ditawarkan di Eropa dengan harga yang sulit dijelaskan secara bisnis.


Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan tekanan terhadap produsen otomotif Eropa sekaligus mendorong munculnya kebijakan proteksionis.

"Tak ada yang berkepentingan dengan eskalasi," ujar Nedeljkovic dalam wawancara dengan surat kabar FAZ, Selasa (22/9/2-26).

Baca Juga: BMW Pangkas Ribuan Karyawan di Jerman Lewat Program Pengunduran Diri Sukarela

Menurut dia, Eropa dan China sebaiknya lebih dulu membangun dialog untuk mencapai pemahaman mengenai mekanisme penetapan harga yang berbasis pasar.

Kesepakatan tersebut kemudian dapat diikuti dengan langkah konkret untuk menciptakan persaingan yang lebih adil.

Nedeljkovic lebih memilih kesepakatan harga secara sukarela dengan China dibandingkan penambahan tarif. Menurut dia, tarif akan menjadi bentuk intervensi yang lebih besar terhadap perdagangan otomotif.

Sikap BMW muncul ketika Uni Eropa tengah mengkaji langkah untuk mengatasi ketidakseimbangan perdagangan dengan China.

Sejumlah eksekutif industri otomotif dan politisi Eropa mendorong aturan kandungan lokal serta perluasan tarif agar mencakup mobil hibrida plug-in asal China.

Kebijakan tersebut didorong kekhawatiran bahwa kendaraan China berharga murah dapat meningkatkan pangsa pasar di Eropa dan menekan posisi produsen lokal.

Baca Juga: BMW Tarik 318.495 Mobil di AS, Risiko Starter Mesin Picu Kebakaran

BMW sendiri selama ini berulang kali mengkritik tarif Uni Eropa terhadap kendaraan listrik China. Produsen asal Jerman tersebut menilai tarif berisiko memicu konflik perdagangan yang lebih luas.

Di sisi lain, BMW memiliki kepentingan langsung dalam hubungan perdagangan Eropa-China. BMW memproduksi mobil listrik Mini di China untuk kemudian diekspor ke pasar global, termasuk Eropa.