BNC Bidik Penyaluran Kredit Tembus Rp8 Triliun di 2026



KONTAN.CO.ID-JAKARTA. PT Bank Neo Commerce Tbk (BNC) menargetkan penyaluran kredit kembali meningkat hingga menembus lebih dari Rp 8 triliun pada akhir 2026.

Perseroan akan mengandalkan dua mesin pertumbuhan, yakni penyaluran kredit langsung (direct loan) dan channeling melalui perusahaan teknologi finansial (fintech).

Chief Financial Officer BNC Sufen Triantio mengatakan, strategi tersebut ditempuh setelah perseroan menerapkan kebijakan penyaluran kredit yang lebih selektif sepanjang 2025 untuk memperbaiki kualitas aset.


Baca Juga: Allo Bank (BBHI) Bidik Pertumbuhan Kredit di Atas Industri pada 2026

Pada semester I-2026, total kredit yang disalurkan BNC tercatat Rp 7,13 triliun, turun 11,79% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 8,09 triliun.

Sufen menjelaskan, penurunan tersebut tidak terlepas dari strategi perseroan pada 2025 yang memperketat penyaluran kredit. Langkah tersebut dilakukan setelah BNC mencatat kerugian pada 2022-2023 dan baru mencapai titik impas pada 2024.

"Strategi kita di 2025 itu benar-benar sangat hati-hati melakukan pengetatan kredit. Nah, oleh sebab itulah memang pengetatan kredit membuat kualitas aset jadi bagus, tapi disbursement-nya jadi turun," ujar Sufen kepada Kontan.co.id, beberapa waktu lalu.

Memasuki 2026, BNC mulai melakukan evaluasi terhadap persyaratan credit scoring yang sebelumnya cukup ketat. Perseroan mencari ruang untuk mengoptimalkan kriteria tersebut sehingga dapat meningkatkan approval rate tanpa mengorbankan kualitas kredit.

Strategi tersebut mulai menunjukkan hasil. Setelah sempat berada di kisaran Rp 7 triliun, penyaluran kredit BNC meningkat menjadi sekitar Rp7,1 triliun. Bahkan, hingga Juli 2026, penyaluran kredit telah mencapai sekitar Rp 7,3 triliun.

"Kita berharap akan terus naik," kata Sufen.

Baca Juga: BRI Ungkap Penopang Laba Tumbuh 17,5% pada Semester I-2026

Selain memperkuat penyaluran kredit secara langsung, BNC melihat channeling melalui fintech sebagai salah satu sumber pertumbuhan utama pada tahun ini.

Sufen mengatakan, pertumbuhan kredit BNC ke depan akan lebih banyak didorong oleh bisnis channeling fintech. Perseroan menilai kanal tersebut menjadi salah satu competitive advantage BNC.

"Engine of growth kita untuk tahun ini, baik dengan direct loan dan juga channeling fintech," ujarnya.

Saat ini, BNC telah menjalin kerja sama dengan 10 fintech terbesar di Indonesia. Perseroan tidak hanya akan mengandalkan kerja sama yang sudah ada, tetapi juga meningkatkan utilisasi dari 10 mitra tersebut untuk mendorong kenaikan outstanding kredit.

"Kita bisa menaikkan utilisasi dari 10 channeling fintech tersebut untuk menaikkan outstanding," jelas Sufen.

BNC juga tengah menjajaki kerja sama dengan dua fintech tambahan yang ditargetkan menjadi mitra baru pada tahun ini. Namun, Sufen belum merinci nama calon mitra tersebut.

Dengan strategi tersebut, BNC berharap total penyaluran kredit dapat melampaui Rp 8 triliun hingga akhir 2026. Pertumbuhan akan tetap diarahkan dengan menjaga kualitas kredit, seiring perseroan mulai melonggarkan sejumlah kriteria credit scoring secara terukur.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News