BNI AM tambah aset dasar RDPT



JAKARTA. Reksadana penyertaan terbatas (RDPT) menjadi salah satu andalan manajer investasi untuk mendongkrak untung. Salah satunya, BNI Asset Management yang mencatatkan unit penyertaan untuk RDPT BNI AM Mahitala dan RDPT BNI AM Yuwaraja Information dan Communications Technology (ICT), akhir Maret 2016.

Mengutip informasi resmi PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), produk tersebut menggunakan bank kustodian PT Bank Mega Tbk.

Head of Investment BNI Asset Management Hanif Mantiq mengatakan, pencatatan unit penyertaan dilakukan lantaran pihaknya melakukan penambahan aset dasar untuk RDPT BNI AM Mahitala dari Rp 60 miliar menjadi Rp 110 miliar.


Produk ini menggunakan aset dasar perusahaan kimia dan pariwisata. "RDPT Mahitala telah diterbitkan Oktober 2015. Namun, tahun ini terdapat inject aset," ujar Hanif, Jumat (1/4).

Sementara itu, RDPT Yuwaraja diterbitkan Juli 2015. Produk ini menggunakan aset dasar perusahaan pembayaran elektronik sebesar Rp 200 miliar.

Kedua produk tersebut menggunakan aset dasar berupa surat utang. Adapun return sekitar 10% hingga 11% per tahun.

"Bedanya untuk Yuwaraja terdapat pembayaran pokok lebih awal, sedangkan Mahilata tidak terdapat pembayaran pokok lebih awal," tutur Hanif.

Sebelumnya, Hanif mengatakan juga menerbitkan RDPT dengan aset dasar saham perusahaan non listed di semester I sekitar Rp 100 miliar.

Presiden Direktur BNI AM Reita Farianti mengatakan kebijakan perseroan tahun ini adalah menerbitkan produk-produk investasi yang bermargin tebal, seperti RDPT. Tahun ini, BNI AM menargetkan dana kelolaan sebesar Rp 15 triliun, tumbuh 30% dibandingkan AUM akhir tahun lalu sebesar Rp 11,5 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Yudho Winarto