BNI bidik kredit kelistrikan naik 15% pada 2017



JAKARTA. PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) menargetkan pertumbuhan kredit kelistrikan pada tahun ini sebesar 15% year on year (yoy) menjadi Rp 32,2 triliun. Hal ini seiring dengan pembangunan proyek 35.000 MW oleh pemerintah.

Menurut Direktur Bisnis Banking I BNI Herry Sidharta, pada 2017, kredit sektor kelistrikan diproyeksi bisa banyak membantu pertumbuhan kredit BNI.

“Diproyeksi target pertumbuhan kredit terkait listrik tahun depan bisa lebih tinggi apabila akselerasi proyek 35.000 MW pemerintah berhasil dilakukan,” ujar Herry kepada KONTAN, Rabu (4/1).


Herry mengakui, sampai saat ini, ada beberapa faktor yang menyebabkan proyek listrik pemerintah ini mengalami hambatan. Beberapa faktor ini diantaranya pembebasan lahan, perizinan, transmisi listrik yang berhasil diperbaiki.

Sampai Desember 2016, penyaluran kredit sektor kelistrikan di BNI sebesar Rp 27 triliun atau 7% dari total kredit bank berkode saham BBNI ini. Besarnya realisasi kredit terkait listrik BNI pada 2016 lalu, salah satunya disumbang oleh proyek 35.000 MW pemerintah.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat sampai November 2016, realisasi penyaluran kredit disektor kelistrikan mencapai Rp 133 triliun. Realisasi penyaluran kredit di sektor listrik ini naik cukup tinggi yaitu 40,17% yoy.

Tercatat kenaikan kredit sektor listrik ini merupakan yang tertinggi diantara 10 sektor penyaluran kredit lain. Sebagai gambaran saja, sampai November 2016, kredit industri perbankan hanya tumbuh 8,46% yoy.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Dupla Kartini