BNI Catat Laba Bersih Rp 10,76 Triliun pada Semester I 2026, Kredit Tumbuh 24,4%



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) membukukan laba bersih konsolidasi sebesar Rp 10,76 triliun pada semester I 2026. Perolehan tersebut meningkat 6,6% secara tahunan (year on year/YoY) dari Rp 10,09 triliun.

Berdasarkan laporan keuangan BNI, Rabu (5/8/2026), pertumbuhan laba ditopang oleh peningkatan pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) sebesar 14,2% YoY menjadi Rp 22,29 triliun. Sementara itu, pendapatan nonbunga naik 12,5% YoY menjadi Rp 11,75 triliun. Total pendapatan operasional meningkat 13,6% YoY menjadi Rp 34,04 triliun.

Dari sisi intermediasi, penyaluran kredit BNI mencapai Rp 968,54 triliun atau tumbuh 24,4% YoY. Dana pihak ketiga (DPK) juga meningkat 22,3% YoY menjadi Rp 1.100,19 triliun. Adapun total aset perseroan naik 21,6% YoY menjadi Rp 1.461 triliun.


Baca Juga: OJK Terima 57.366 Pengaduan Lewat Aplikasi Portal Perlindungan Konsumen per Juli 2026

Komposisi DPK ditopang dana murah (CASA) sebesar Rp 719,97 triliun, naik 11,2% YoY. Rinciannya, giro tumbuh 12,3% menjadi Rp 428,64 triliun dan tabungan meningkat 9,6% menjadi Rp 291,33 triliun. Sementara deposito melonjak 50,7% YoY menjadi Rp 380,22 triliun.

Di sisi profitabilitas, pre-provision operating profit (PPOP) meningkat 14,5% YoY menjadi Rp 18,50 triliun. Namun, provisioning charges naik 42,1% YoY menjadi Rp 5,38 triliun.

Kualitas aset tetap terjaga. Rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) bank only stabil di level 1,9%, sedangkan loan at risk (LaR) membaik dari 11,0% menjadi 8,1%. Credit cost tercatat 1,12%, masih berada dalam kisaran panduan perseroan sebesar 1,0%-1,2%.

Baca Juga: Premi Asuransi Properti Allianz Utama Tumbuh 7% per Juni 2026

Untuk target tahun ini, BNI mempertahankan proyeksi pertumbuhan kredit sebesar 8%-10% dan credit cost di kisaran 1,0%-1,2%. Namun, perseroan merevisi target net interest margin (NIM) menjadi 3,3%-3,5% dari sebelumnya 3,5%-3,8%. Revisi tersebut dilakukan untuk mencerminkan kompetisi deposito pada kuartal II 2026.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News