BNI catat transaksi TapCash naik 3 kali lipat selama libur Lebaran



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sepanjang periode libur Lebaran 2018, beberapa bank penyedia jasa uang elektronik mencatat pertumbuhan signifikan. Salah satunya PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) yang mengatakant khusus di tahun 2018 pertumbuhan transaksi menggunakan uang elektronik BNI alias TapCash tumbuh sebanyak 3 kali lipat bila dibandingkan periode libur Lebaran tahun 2017.

Direktur Teknologi Informasi (TI) dan Operasional BNI Dadang Setiabudi menjelaskan, hal tersebut utamanya ditopang oleh telah serentaknya dijalankan program elektronifikasi jalan tol.

Benar saja, pada arus mudik kali ini seluruh pembayaran di jalan tol sudah menggunakan uang elektronik. Berbeda pada libur Lebaran tahun 2017 yang baru berkisar 23%.


"Untuk tahun ini terjadi peningkatan transaksi lebih dari 3 kali lipat. Hal ini antara lain disebabkan sejak Oktober 2017 pembayaran di ruas tol wajib menggunakan uang elektronik termasuk TapCash," kata Dadang kepada Kontan.co.id, Kamis (21/6).

Sayangnya, bank berlogo 46 ini belum dapat menjelaskan secara detil besaran volume dan nilai transaksi TapCash di libur Lebaran kali ini. Lantaran arus mudik sampai saat ini masih terus berlanjut.

Lanjut Dadang, meski pertumbuhan transaksi mengalami peningkatan drastis. Hal serupa tak terjadi pada jumlah kartu TapCash yang diterbitkan. Perseroan menilai saat ini mayoritas masyarakat sudah familiar serta telah memiliki uang elektroonik untuk penggunaan sehari-hari.

"Masyarakat sudah teredukasi bahwa uang elektronik merupakan kartu yang bisa diisi ulang," sambungnya. Sekadar tambahan informasi saja, sampai dengan akhir April 2018 Bank Indonesia mencatat volume transaksi uang elektronik secara total mencapai 204,10 juta transaksi. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang hanya mencapai 55,63 juta transaksi. Alias tumbuh 266% secara tahunan atau year on year (yoy).

Adapun, dari sisi nilai transaksi sampai dengan April 2018 tercatat sebesar Rp 3,35 triliun. Tumbuh pesat dibanding bulan yang sama tahun 2017 sebesar Rp 633,56 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Sanny Cicilia