BNI dukung insentif LDR boleh lebih dari 92%



JAKARTA. Bank Negara Indonesia (BNI) menyambut baik rencana Bank Indonesia (BI) memberikan insentif berupa kelonggaran loan to deposit ratio (LDR) lebih dari 92% kepada bank yang portofolio kredit UMKM-nya sudah lebih dari 5% dari total kredit. Dengan adanya insentif ini akan memberikan ruang lebih besar bagi bank untuk menggenjot penyaluran kredit. Achmad Baiquni, Direktur Utama BNI mengatakan, jika insentif BI tersebut jadi diberlakukan, dampaknya akan positif bagi industri perbankan, termasuk BNI. "Ini akan meningkatkan profitabilitas BNI," kata Baiquni di Jakarta, Rabu (15/4). Meningkatnya profitabilitas BNI disebabkan kebijakan ini akan memungkinkan BNI untuk menempatkan dana lebih besar lagi dalam penyaluran kredit. "Sementara yield yang diperoleh dari bunga kredit tetap yang terbesar dibandingkan instrumen keuangan yang lain," ujarnya. Hanya saja BNI tidak serta merta langsung menggenjot pertumbuhan kredit setinggi mungkin serta meningkatkan level LDR melebihi 92%. "Sebab kebijakan kita sementara ini adalah menjaga kisaran LDR antara 85% - 90%," tuturnya. Sebagaimana diketahui, dalam waktu dekat, Bank Indonesia (BI) bakal merampungkan aturan baru. Aturan anyar ini bakal melonggarkan usaha perbankan memburu likuiditas sekaligus menggenjot kredit kredit usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).

Menurut Tirta Segara, Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, mengatakan, BI tengah menggodok beleid baru perbankan yang bakal terbit dan berlaku tahun ini. Bank sentral juga bakal menggelar sosialisasi aturan baru perbankan ini pada Mei nanti.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Editor: Hendra Gunawan