JAKARTA. Manajemen PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) bakal memanfaatkan sisa waktu empat bulan di tahun 2016 ini untuk menggenjot penyaluran kredit pemilikan rumah (KPR). Segmen yang menjadi fokus pasar emiten bank bersandi saham BBNI ini adalah KPR untuk rumah pertama dan kedua. Anggoro Eko Cahyo, Direktur Konsumer BNI mengatakan, pelonggaran batas maksimal pemberian pinjaman atau loan to value (LTV) untuk KPR yang dilakukan Bank Indonesia (BI) beberapa waktu lalu merupakan faktor pendorong minat masyarakat untuk membeli rumah. Terutama pada pasar rumah pertama dan rumah kedua. Anggoro memprediksi permintaan segmen itu bakal meningkat. Anggoro mengatakan, permintaan rumah pertama akan naik karena pasca relaksasi aturan oleh bank sentral, rasio LTV kini menjadi 85% dari sebelumnya 80%. Sedangkan, permintaan KPR untuk rumah kedua juga akan meningkat lantaran penghapusan larangan pemberian KPR untuk inden rumah kedua.
BNI incar KPR rumah pertama dan kedua
JAKARTA. Manajemen PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) bakal memanfaatkan sisa waktu empat bulan di tahun 2016 ini untuk menggenjot penyaluran kredit pemilikan rumah (KPR). Segmen yang menjadi fokus pasar emiten bank bersandi saham BBNI ini adalah KPR untuk rumah pertama dan kedua. Anggoro Eko Cahyo, Direktur Konsumer BNI mengatakan, pelonggaran batas maksimal pemberian pinjaman atau loan to value (LTV) untuk KPR yang dilakukan Bank Indonesia (BI) beberapa waktu lalu merupakan faktor pendorong minat masyarakat untuk membeli rumah. Terutama pada pasar rumah pertama dan rumah kedua. Anggoro memprediksi permintaan segmen itu bakal meningkat. Anggoro mengatakan, permintaan rumah pertama akan naik karena pasca relaksasi aturan oleh bank sentral, rasio LTV kini menjadi 85% dari sebelumnya 80%. Sedangkan, permintaan KPR untuk rumah kedua juga akan meningkat lantaran penghapusan larangan pemberian KPR untuk inden rumah kedua.