BNI ingin ke Myanmar, Mandiri incar Malaysia



JAKARTA. Dua bank BUMN tengah bersiap-siap untuk melanjutkan ekspansi bisnis ke luar Indonesia. Pasalnya, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan segera membentuk kesepakatan bilateral dengan Central Bank of Myanmar (CBM), serta kesepakatan antara OJK dengan Bank Negara Malaysia (BNM).

Sebut saja, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) ingin naik kelas menjadi kantor cabang penuh (full branch) di Myanmar dari posisi kantor perwakilan (representative office). Head of International Banking BNI Rahmad Hidayat mengatakan, pihaknya akan mempercepat proses mendirikan full branch di Myanmar atas dukungan OJK melalui ASEAN Banking Integration Framework (ABIF).

Alasan BNI ingin mendirikan kantor cabang penuh karena Myanmar memiliki potensi untuk berbisnis korporasi dan konsumer. Misalnya, perusahaan dapat menggali bisnis korporasi dari banyak perusahaan BUMN yang berdiri disana, serta menjaring bisnis konsumer dan ritel dari masyarakat lokal dan tenaga kerja dari Tanah Air.


“CBM sedang gencar menawarkan bank-bank dari kawasan ASEAN yang telah berstatus representative office untuk meningkatkan statusnya menjadi cabang penuh,” katanya, kepada KONTAN, Minggu (20/3). Untuk permodalan, BNI akan menyiapkan modal untuk kebutuhan pendirian kantor cabang penuh.

Sekretaris Korporasi PT Bank Mandiri Tbk Rohan Hafas menuturkan, pihaknya sedang mengkaji untuk mendirikan kantor cabang di Malaysia sambil menunggu realisasi kesepakatan antara OJK dengan BNM. “Kami ingin menggarap bisnis remitansi dan pembiayaan perdagangan (trade finance) di Malaysia,” ucapnya.

Tanpa menyebutkan angka, Mandiri akan menyiapkan modal untuk pendirian kantor cabang di negeri Malaysia setelah BNM memberikan izin kemudahan untuk menyicil setoran modal dalam pendirian cabang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Sanny Cicilia