Strategi BNI jaga profitabilitas tak turun



JAKARTA. PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) akan menjaga rasio profitabilitas atau return on asset (ROA) pada tahun ini. Hal ini di tengah tren penurunan ROA secara industri dalam lima tahun terakhir.

Bob Tyasika Ananta, Direktur Perencanaan dan Operasional BNI mengatakan, pada 2017, pihaknya akan menjaga ROA tidak turun dibandingkan tahun lalu. Sebagai gambaran saja, pada 2016, ROA BNI tercatat sebesar 2,69%.

“Untuk menjaga ROA, kami akan meningkatkan pendapatan non bunga atau fee based income,” ujar Bob, Rabu (15/3).


Pada 2016 lalu, fee based income bank berkode BBNI ini sebesar Rp 8,5 triliun atau naik 23,1% secara tahunan atau year on year (yoy).

Tahun ini, BNI akan meningkatkan fee based terutama dari digital banking dan bisnis trade finance baik dari debitur korporasi maupun BUMN. Diharapkan pertumbuhan fee based 2017 bisa lebih baik dibanding 2016 lalu.

Namun, Bob belum mau merinci target ROA dan fee based BNI pada tahun ini. Namun yang jelas, pada tahun ini, BNI juga akan menjaga rasio NIM (margin bunga bersih).

Untuk menjaga NIM, menurut Bob, BNI akan meningkatkan aset produktfi atau kredit. Selain itu, kata Bob, dengan target laba 2017 yang cukup bagus naiknya, maka hal ini bisa membantu untuk menjaga ROA.

Sebagai gambaran, berdasarkan catatan KONTAN, pada akhir 2016, ROA industri perbankan tercatat di angka 0,68% atau lebih rendah dibandingkan rata-rata ROA industri perbankan lima tahun terakhir sebesar 1,09%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Dupla Kartini