KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) resmi mencatatkan tambahan dana dari penerbitan instrumen Additional Tier 1 (AT1) Perpetual Non-Cumulative Capital Securities 2026 sebagai modal inti tambahan perusahaan. Berdasarkan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), dikutip Kamis (4/6/2026), BNI melaporkan bahwa dana hasil penerbitan instrumen AT1 senilai US$ 700 juta telah disetujui Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk diakui sebagai komponen modal inti tambahan (Additional Tier 1). Dengan diakuinya persetujuan tersebut, dana hasil penerbitan AT1 senilai US$ 700 juta telah diperhitungkan sebagai komponen modal inti tambahan per akhir Mei 2026.
BNI Kantongi Restu OJK, Dana AT1 US$ 700 Juta Resmi Masuk Modal Inti Tambahan
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) resmi mencatatkan tambahan dana dari penerbitan instrumen Additional Tier 1 (AT1) Perpetual Non-Cumulative Capital Securities 2026 sebagai modal inti tambahan perusahaan. Berdasarkan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), dikutip Kamis (4/6/2026), BNI melaporkan bahwa dana hasil penerbitan instrumen AT1 senilai US$ 700 juta telah disetujui Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk diakui sebagai komponen modal inti tambahan (Additional Tier 1). Dengan diakuinya persetujuan tersebut, dana hasil penerbitan AT1 senilai US$ 700 juta telah diperhitungkan sebagai komponen modal inti tambahan per akhir Mei 2026.