KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) menaikkan target pertumbuhan kredit tahun 2024 jadi di kisaran 10%-12% dari semula diharapkan tumbuh sekitar 9%-11%. Revisi naik target tersebut tak lepas dari ekspansi kredit perseroan yang cukup kencang di paruh pertama tahun ini meski industri perbankan dihadapkan dengan tantangan kenaikan biaya dana atau cost of fund (CoF). Melansir laporan paparan kinerja bank berkode saham BBNI ini, Kamis (22/8), outstanding kreditnya per Juni 2024 tercatat sebesar Rp 726,97 triliun atau tumbuh sebesar 11,7% secara tahunan atau year on year (yoy).
Pertumbuhan kredit BNI ditopang oleh segmen korporasi yang tercatat melonjak sebesar 18,7% secara tahunan menjadi Rp 403,1 triliun dan kredit konsumer yang tumbuh 15,1% menjadi sebesar Rp 132,7 triliun. Baca Juga: Bunga Deposito Perbankan Terus Merangkak Naik . Sedangkan segmen menengah tercatat mengalami penurunan sebesar 2,2% menjadi Rp 97,7 triliun dan kredit segmen kecil menyusut 11,2% menjadi Rp 80 triliun. Selain itu, BNI juga merevisi target margin bunga bersih atau net interest margin (NIM) dari sebelumnya 4,5% menjadi hanya 4% tahun ini. Semester I 2024, perseroan mencatatkan NIM sebesar 4%. Kemudian, target biaya kredit juga direvisi. Target cost of credit tahun ini diturunkan dari semula 1,4% jadi 1% seiring membaiknya kualitas aset BNI. Adapun biaya kredit BNI di paruh pertama tercatat hanya 1%.