BNI Pastikan Eksposur Pembiayaan ke BUMN Karya Tetap Dikelola Secara Prudent



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) memastikan eksposur pembiayaan kepada BUMN Karya tetap dikelola secara hati-hati di tengah isu perpanjangan pembayaran utang proyek infrastruktur.

Perseroan juga menegaskan terus memperkuat pencadangan dan pengelolaan kualitas aset untuk mengantisipasi potensi risiko kredit.

Corporate Secretary BNI Okki Rushartomo mengatakan, pengelolaan portofolio kredit kepada BUMN Karya dilakukan dengan mempertimbangkan profil risiko debitur, prospek usaha, serta perkembangan proyek yang dibiayai.


"BNI senantiasa mengelola portofolio kredit secara prudent dengan mempertimbangkan profil risiko, prospek usaha debitur, serta perkembangan proyek yang dibiayai," ujar Okki kepada Kontan.co.id, Rabu (12/8/2026).

Meski demikian, BNI tidak mengungkapkan besaran eksposur pembiayaan kepada BUMN Karya. Menurut Okki, informasi tersebut mengacu pada ketentuan keterbukaan informasi dan kerahasiaan data nasabah.

Baca Juga: Ekonom Ingatkan Restrukturisasi Berulang Utang BUMN Karya Bisa Bebani Himbara

Terkait perkembangan proyek infrastruktur, Okki menjelaskan BNI secara berkala melakukan evaluasi bersama debitur dan para pemangku kepentingan untuk menyesuaikan skema pembiayaan sesuai perkembangan proyek dan kemampuan pembayaran debitur.

"Setiap penyesuaian skema pembiayaan dilakukan berdasarkan hasil evaluasi masing-masing proyek, dengan tetap mengacu pada prinsip kehati-hatian serta ketentuan yang berlaku," katanya.

Dari sisi pencadangan, BNI memastikan pembentukan Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN) dilakukan secara prudent sesuai standar akuntansi dan ketentuan regulator.

Menurut Okki, pembentukan CKPN didasarkan pada penilaian kualitas aset dan expected credit loss (ECL), dengan mempertimbangkan berbagai faktor seperti profil risiko debitur, prospek usaha, kualitas agunan, hingga proyeksi arus kas.

Baca Juga: Restrukturisasi Utang BUMN Karya Berpotensi Tekan Laba Himbara

"Dengan pendekatan tersebut, kecukupan pencadangan tetap terjaga untuk mengantisipasi potensi risiko kredit," ujarnya.

Ke depan, BNI akan terus memperkuat pengelolaan kualitas aset melalui monitoring portofolio secara berkelanjutan, penyaluran kredit yang lebih selektif, penerapan manajemen risiko yang disiplin, serta optimalisasi penyelesaian kredit sesuai ketentuan yang berlaku.

"Seluruh langkah tersebut dilakukan untuk menjaga kualitas aset, ketahanan permodalan, dan keberlanjutan kinerja perseroan," kata Okki.

Di tengah tantangan sektor konstruksi, BNI menegaskan, tetap berkomitmen mendukung pembiayaan pembangunan nasional, termasuk proyek-proyek infrastruktur yang memiliki prospek dan fundamental yang baik.

Namun demikian, penyaluran pembiayaan akan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian, tata kelola yang baik, serta manajemen risiko yang prudent agar kualitas aset tetap terjaga.

Baca Juga: BTN Sebut Eksposur Kredit ke BUMN Karya Masih di Bawah 1%

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News