BNI Raup US$ 700 Juta dari Obligasi AT1 Global



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT BNI Sekuritas melalui anak usahanya di Singapura, BNI Securities Pte. Ltd. (BSPL), terlibat dalam penerbitan surat berharga modal tambahan atau Additional Tier 1 (AT1) perpetual non-kumulatif milik PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) senilai US$ 700 juta dengan imbal hasil 7,15%.

Instrumen AT1 tersebut diterbitkan dengan skema Regulation S (Reg S) dan memenuhi ketentuan Basel III. Penerbitan ini menambah langkah BNI di pasar global, setelah sebelumnya menjadi bank asal Indonesia pertama yang menerbitkan instrumen AT1 di pasar offshore pada 2021.

Dalam transaksi ini, BSPL bertindak sebagai Joint Lead Manager dan Joint Bookrunner bersama pihak lain. Peran yang dijalankan mencakup koordinasi proses penerbitan, penyusunan struktur transaksi, dukungan pencatatan di Singapore Exchange, hingga pemasaran kepada investor luar negeri.


Baca Juga: BNI Terbitkan AT1 Rp11,9 Triliun, Diserbu Investor Global 3,6 Kali

SEVP Investment Banking BNI Sekuritas Ikhsan Ramdan mengatakan, transaksi tersebut mendukung strategi pendanaan jangka panjang BNI. "Koordinasi dengan berbagai pihak memungkinkan transaksi berjalan sesuai rencana di tengah kondisi pasar global yang masih berfluktuasi," jelasnya dalam siaran pers, Senin (11/5).

Dari sisi permintaan, transaksi ini mendapat respons kuat dari investor. Nilai pemesanan (orderbook) tercatat menembus US$ 2,5 miliar atau sekitar 3,6 kali dari nilai penerbitan.

Capaian itu menunjukkan minat investor internasional terhadap instrumen kredit Indonesia, khususnya dari penerbit dengan profil fundamental kuat.

Penerbitan AT1 ini dilakukan bersamaan dengan penawaran tender harga tetap terbatas atas surat berharga AT1 BNI yang masih beredar. Langkah tersebut merupakan bagian dari strategi pengelolaan liabilitas menjelang opsi beli (call option) pada Maret 2027.

Dana bersih hasil penerbitan akan digunakan untuk memperkuat modal tambahan BNI, mendukung kebutuhan pendanaan, menjaga struktur permodalan, serta menopang ekspansi kredit.

Baca Juga: BNI Tambah Modal Inti Lewat Penerbitan AT-1 Sebesar US$ 700 Juta pada April 2026

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News