KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT BNI Sekuritas kembali dipercaya Kementerian Keuangan Republik Indonesia sebagai mitra distribusi Surat Berharga Negara (SBN) Ritel jenis Obligasi Negara Ritel (ORI) seri ORI029. ORI029 dapat dibeli melalui aplikasi New BIONS by BNI Sekuritas, dengan masa penawaran yang berlangsung mulai 26 Januari hingga 19 Februari 2026. Sebagai SBN ritel pertama yang diterbitkan pada 2026, ORI029 hadir dalam dua pilihan tenor.
Pertama, ORI029-T3 dengan tenor tiga tahun yang akan jatuh tempo pada 15 Februari 2029. Kedua, ORI029-T6 dengan tenor enam tahun dan jatuh tempo pada 15 Februari 2032.
Baca Juga: Plink Gandeng GEA, Percepat Adopsi QRIS di Bisnis Vending Machine ORI029 menawarkan kupon yang kompetitif, masing-masing sebesar 5,45% per tahun untuk ORI029-T3 dan 5,80% per tahun untuk ORI029-T6. Direktur Retail Markets & Technology BNI Sekuritas Teddy Wishadi mengatakan, ORI029 dapat menjadi pilihan strategis bagi investor dalam melakukan diversifikasi portofolio, terutama di tengah kondisi pasar yang masih dinamis dan volatil akibat berbagai faktor global maupun domestik. “ORI029 relevan bagi investor yang ingin menjaga stabilitas fundamental serta kinerja portofolio dalam jangka menengah hingga panjang,” ujar Teddy dalam keterangan resmi, Selasa (3/2/2026). Melalui platform New BIONS by BNI Sekuritas, investor dapat membeli ORI029 dengan nilai investasi mulai dari Rp 1 juta. Adapun batas maksimum pemesanan ditetapkan sebesar Rp 5 miliar untuk ORI029-T3 dan Rp 10 miliar untuk ORI029-T6. Investor dapat memilih salah satu atau kedua seri ORI029 sesuai dengan tujuan keuangan dan strategi investasinya masing-masing.
Baca Juga: Ini Respons Allianz Life Terkait POJK Ekosistem Asuransi Kesehatan Proses pembelian ORI029 melalui New BIONS by BNI Sekuritas dilakukan melalui empat langkah, yakni registrasi pada menu SBN, memilih produk ORI029, melakukan pemesanan, serta memantau pembayaran kupon yang akan ditransfer ke Rekening Dana Nasabah (RDN) setiap tanggal 15 setiap bulan.
Kupon pertama ORI029 akan dibayarkan pada 15 April 2026 dan selanjutnya dibayarkan secara rutin setiap bulan hingga jatuh tempo. Sementara itu, pokok investasi akan dikembalikan penuh pada saat jatuh tempo.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News