BNI Syariah bidik pembiayaan tumbuhh 20% di 2017



JAKARTA. PT Bank BNI Syariah membidik pertumbuhan pembiayaan 17 hingga 20 % pada tahun ini.  Dengan dukungan pertumbuhan simpanan yang memadai dan iklim positif dari kebijakan Komite Nasional Keuangan Syariah.

Direktur Utama BNI Syariah Imam Teguh Saptono menuturkan, pertumbuhan pembiayaan yang cukup agresif itu akan ditopang dengan pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) di level yang sama, yakni 17 sampai dengan 20 %.

Untuk mendongkrak DPK tersebut, kata Imam, BNI Syariah akan meningkatkan perolehan dana Kementerian/Lembaga dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang disimpan di perbankan syariah.


"Ketika ditunjuk jadi bank syariah yang menjadi bank persepsi pada tahun 2016, kami belum terlalu optimal. Sekarang kami mulai gencar dan banyak juga menyimpan dana pemerintah, termasuk pemerintah daerah," katanya setelah penandatanganan nota kesepahaman tentang sinergi pendayagunaan harta wakaf, zakat, infak, sedekah, dan dana sosial keagamaan lainnya, Selasa (10/1).

Pertumbuhan DPK diharapkan juga diperkuat dengan dana pemerintah hasil penerbitan surat utang syariah (sukuk) pada tahun 2017

Pemerintah berencana mendongkrak penerbitan sukuk untuk menambah alternatif pembiayaan program-program pembangunan. "Dana dari penerbitan sukuk oleh Pemerintah, sebaiknya ditempatkan di perbankan syariah," ujarya.

Editor: Yudho Winarto