BNI yakin LTV kerek penyaluran KPR di sisa tahun



JAKARTA. PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) yakin pertumbuhan kredit pemilikan rumah (KPR) bisa terdongkrak pada empat bulan terakhir di tahun ini. Salah satu pendorongnya yaitu kebijakan BI merelaksasi aturan loan to value (LTV) atau rasio pembiayaan bank untuk KPR.

Selain itu, adanya dana tax amnesty yang ditempatkan di beberapa produk investasi properti diharapkan bisa mengerek pertumbuhan KPR.

Direktur Konsumer BNI Anggoro Eko Cahyo mengatakan, secara umum, BNI menyambut relaksasi kebijakan LTV. Untuk itu, BNI akan fokus ke calon nasabah atau debitur potensial untuk KPR. “Dengan pertimbangan utamanya adalah kemampuan membayar secara berkelanjutan,” ujar Anggoro, Rabu (31/8).


Anggoro mengatakan, daerah yang mempunyai pertumbuhan ekonomi yang baik akan menjadi sasaran penetrasi KPR. Pada 2017, diharapkan BNI Griya bisa tumbuh lebih baik dibandingkan 2016.

Walaupun sudah ada relaksasi LTV, BNI akan tetap prudent dan selektif membiayai KPR. Anggoro mengatakan, sampai kuartal III 2016 diharapkan pertumbuhan KPR bisa mendekati double digit. “Sedangkan sampai posisi Juli 2016, kami sudah mencatatkan pertumbuhan KPR mencapai 7% yoy,” ujar Anggoro, Selasa, (30/8).

Sebagai informasi, sampai semester I 2016, tercatat pertumbuhan bisnis KPR BNI memberi sumbangan terbesar untuk kredit konsumer yaitu sebesar 10% dari total kredit konsumer BBNI. Sampai Juni 2016, pertumbuhan bisnis KPR BNI sebesar 7,5% yoy menjadi Rp 35,5 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Dupla Kartini