BNPB Catat 11.202 Hektare Lahan Terbakar akibat Karhutla di Kalimantan



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat luas lahan terbakar akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di tiga provinsi di Kalimantan mencapai 11.202 hektar. 

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengatakan penanganan karhutla masih berlangsung di Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Barat. 

"Ketiga provinsi ini kami dapati sebesar luas yang terbakar adalah 11.202 hektare dan ini terus dilakukan penanganannya," kata Berton dalam konferensi pers di Studio BNPB, Kamis (22/10/2026). 


Baca Juga: 2 Tahun Prabowo-Gibran, Kemenkes Perluas Cek Kesehatan Gratis dan Benahi Layanan RSUD

Berdasarkan data BNPB, luas lahan terbakar di Kalimantan Tengah mencapai 7.938 hektar.

Sementara itu, Kalimantan Selatan mencatat 1.974 hektar lahan terbakar dan Kalimantan Barat sekitar 1.290 hektar.

BNPB terus melakukan penanganan melalui satuan tugas (satgas) darat dan satgas udara. 

Upaya tersebut meliputi pemadaman, patroli, operasi pengeboman air (water bombing), serta operasi modifikasi cuaca (OMC). 

Berton mengatakan, BNPB mengerahkan personel untuk memperkuat penanganan karhutla di tiga provinsi tersebut. 

Berdasarkan paparannya, personel satgas darat yang disiagakan mencapai 38.772 orang. Rinciannya, sebanyak 16.387 personel berada di Kalimantan Tengah, 7.927 personel di Kalimantan Selatan, dan 14.458 personel di Kalimantan Barat. 

Selain personel darat, BNPB menyiapkan 34 unit sarana pendukung operasi udara untuk menangani karhutla di Kalimantan. 

Berton menjelaskan, penempatan sarana tersebut dapat disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan. 

Dengan demikian, sarana yang berada di satu provinsi dapat dikerahkan untuk membantu penanganan di provinsi lain. 

"Jadi memang base-nya ada di provinsi namun tugasnya bisa di Kalimantan yang lain atau di provinsi yang lain mengingat kebutuhan yang tersedia," ujar dia.

BNPB juga memperkuat penanganan karhutla melalui operasi modifikasi cuaca dengan penyemaian natrium klorida (NaCl) atau garam dan dry ice atau es kering.

Pada 21 Oktober 2026, operasi modifikasi cuaca di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan dilaksanakan melalui lima sorti penyemaian dry ice dan lima sorti NaCl. 

Berton menyampaikan, hasil pengamatan menunjukkan penurunan konsentrasi PM2,5 pada periode penyemaian dry ice. 

Konsentrasi PM2,5 yang tercatat sebesar 668,7 pada pukul 07.00 WIB turun menjadi 540,3 pada pukul 09.00 WIB. 

Selain itu, jarak pandang di Lanud Iskandar, Pangkalan Bun, meningkat menjadi 2.500 meter pada pukul 14.00 WIB, dari sebelumnya 200 meter. 

BNPB juga melaporkan hujan terjadi di Kabupaten Lamandau dan Kabupaten Kotawaringin Barat berdasarkan pengamatan radar cuaca dan laporan lapangan. 

Meski demikian, penanganan karhutla masih terus dilakukan untuk mengendalikan kebakaran dan mengurangi dampak asap terhadap masyarakat.

Baca Juga: Tiga Korporasi PMA Tersangka Karhutla, ISESS: Pengendali Perusahaan Perlu Ditelusuri

Sumber: https://nasional.kompas.com/read/2026/10/22/19200701/data-bnpb-11202-hektare-lahan-di-kalimantan-terbakar?page=2.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News