KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sebanyak 40.040 warga mengungsi akibat gempa bumi magnitudo (M) 7,7 yang mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) sejak Sabtu (15/8/2026). Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengatakan angka tersebut tidak serta-merta mencerminkan jumlah rumah yang rusak akibat gempa. Sebagian warga memilih mengungsi karena dampak psikologis setelah gempa, meski rumah mereka belum tentu mengalami kerusakan. "Data pengungsi itu sebesar 40.040 jiwa. Ini bukan menggambarkan kerusakan rumah, jadi perlu kita hati-hati untuk menerjemahkannya. Namun, ini karena banyak dampak psikologis yang dihasilkan oleh warga," kata Berton dalam konferensi pers Update Penanganan Pascagempa M7,7 NTT 2026 yang disiarkan melalui YouTube BNPB, Selasa (18/8/2026).
BNPB Catat 40.040 Warga Mengungsi Akibat Gempa NTT
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sebanyak 40.040 warga mengungsi akibat gempa bumi magnitudo (M) 7,7 yang mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) sejak Sabtu (15/8/2026). Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengatakan angka tersebut tidak serta-merta mencerminkan jumlah rumah yang rusak akibat gempa. Sebagian warga memilih mengungsi karena dampak psikologis setelah gempa, meski rumah mereka belum tentu mengalami kerusakan. "Data pengungsi itu sebesar 40.040 jiwa. Ini bukan menggambarkan kerusakan rumah, jadi perlu kita hati-hati untuk menerjemahkannya. Namun, ini karena banyak dampak psikologis yang dihasilkan oleh warga," kata Berton dalam konferensi pers Update Penanganan Pascagempa M7,7 NTT 2026 yang disiarkan melalui YouTube BNPB, Selasa (18/8/2026).