BNPL Perbankan Tumbuh Subur, Kualitas Kredit Makin Baik



KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Jelang akhir tahun lalu, bisnis buy now pay later (BNPL) perbankan masih menunjukkan pertumbuhan signifikan. Tak cuma itu, kualitas kreditnya juga terpantau lebih baik daripada BNPL perusahaan pembiayaan. 

Menurut data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), baki debet kredit BNPL industri perbankan mencapai Rp 26,20 triliun atau tumbuh 20,34% secara tahunan per November 2025. Jumlah rekeningnya pun terus meningkat sampai 31,47 juta rekening. 

Yang menarik, dari segi kualitas kredit, rasio kredit bermasalah alias non performing loan (NPL) BNPL perbankan cenderung turun menjadi 2,04%. Level itu lebih rendah ketimbang pembiayaan bermasalah perusahaan pembiayaan di 2,78% dalam periode yang sama. 


Baca Juga: BCA Bidik Kredit Tumbuh di Kisaran 8%–10% di Tahun 2026

Secara industri, Digital Strategy Head Allo Bank Indonesia Destya Pradityo melihat tren pertumbuhan BNPL perbankan memang cenderung ternormalisasi jelang akhir tahun, setelah sebelumnya sempat tumbuh sangat agresif. 

Allo Bank pun, kata Destya, mengalami dinamika serupa. “Meski begitu, pertumbuhan portofolio BNPL kami tetap berada dalam jalur yang sehat dan terukur,” ujar Destya kepada Kontan, Senin (26/1/2026). 

Ia menyebut, hingga akhir 2025 baki debet BNPL Allo Bank berhasil tumbuh double digit secara tahunan. Jumlah pengguna aktif juga meningkat signifikan ketimbang tahun sebelumnya, mencerminkan relevansi produk bagi kebutuhan nasabah khususnya di segmen ritel dan ekosistem merchant bank.

Secara khusus, Destya menjelaskan Allo Bank tak serta-merta mengejar volume transaksi, melainkan fokus pada kualitas pengguna dan utilisasi berkelanjutan. Maka dari itu, tren perlambatan industri menurutnya mencerminkan fase konsolidasi yang sehat seiring penguatan kualitas kredit. 

Dari sisi kualitas kredit, portofolio BNPL Allo Bank juga dipastikan terjaga stabil dan berada dalam koridor yang prudent di kisaran 2%. 

Sejumlah strategi yang dilakukan untuk menjaga kualitas kredit di antaranya mengelola limit dan tenor yang dikelola secara konservatif, serta menerapkan early warning system dan digital collection yang memungkinkan bank melakukan intervensi lebih cepat sebelum akun masuk kategori bermasalah.

Untuk 2026, BNPL masih dijadikan motor pertumbuhan kredit ritel digital Allo Bank. Apalagi, bank mencermati perubahan perilaku konsumen yang semakin mengandalkan pembiayaan jangka pendek yang fleksibel.

Baca Juga: BCA Optimistis Kredit Perbankan Masih Berpeluang Tumbuh Double Digit pada 2026

Hanya saja, pendekatannya bakal lebih matang dibanding fase awal pertumbuhan industri. “Target kami adalah menjaga pertumbuhan baki debet tetap solid dengan kualitas yang terkontrol, serta meningkatkan jumlah pengguna aktif yang benar-benar produktif, bukan hanya dormant account,” tutur Destya. 

Tak jauh berbeda, EVP Corporate Communication & Social Responsibility Bank Central Asia (BCA) Hera F. Heryn mengungkapkan bahwa kinerja BNPL BCA masih menunjukkan pertumbuhan yang sehat hingga akhir tahun. 

Secara khusus, bank mencermati pertumbuhan jelang akhir tahun didukung kebutuhan transaksi ritel, mobilitas, dan konsumsi nasabah, termasuk penggunaan pemesanan tiket pesawat dan hotel.

Sejak pertama kali diluncurkan pada Oktober 2023, BCA mencatat peningkatan animo dari masyarakat dalam bisnis BNPL. Sebagai gambaran, pengguna layanan Paylater BCA per September 2025 mencapai 185 ribu nasabah. 

“Jumlah ini tumbuh 12% dibandingkan September 2024. Hingga September 2025, outstanding Paylater BCA mencapai Rp 342 miliar,” ungkap Hera kepada Kontan, Selasa (27/1/2026).

Baca Juga: Penyaluran Kredit BCA Capai Rp 993 Triliun pada 2025, Ini Faktor Pendorongnya

Hera menyebut Paylater BCA hadir untuk memberikan layanan pembayaran yang fleksibel serta memastikan keuangan nasabah tetap terkelola dengan baik. Pun, BCA senantiasa berkomitmen menyalurkan kredit via layanan Paylater secara pruden, dengan menerapkan prinsip kehati-hatian dengan penerapan manajemen risiko yang disiplin. 

“Kami optimistis transaksi menggunakan Paylater BCA dapat mencatatkan pertumbuhan positif pada 2026,” ujar dia.

Selanjutnya: Lilla Penuhi Kebutuhan di Setiap Tahapan Ibu

Menarik Dibaca: Lilla Penuhi Kebutuhan di Setiap Tahapan Ibu

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News