Bobot free float LQ45 bertambah, ini rekomendasi analis Jasa Utama Capital Sekuritas



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bursa Efek Indonesia (BEI) merilis penyesuaian bobot free float atas saham-saham penghuni indeks LQ45 pada Kamis (2/5). Sebelumnya, pada perdagangan Februari 2019-April 2019, bobot free float dalam perhitungan indeks ini adalah sebesar 30%. Kemudian, untuk perdagangan Mei 2019-Juli 2019, bobot free float bertambah menjadi 60%.

Dari hasil penyesuaian tersebut, terlihat jumlah free float emiten penghuni indeks ini mengecil sejalan dengan dinaikkannya bobot free float tersebut. Sebagai contoh, jumlah saham untuk indeks emiten LQ45 dengan kapitalisasi terbesar, yakni PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) turun dari 20,38 miliar saham menjadi 15,53 miliar saham.

Analis Jasa Utama Capital Sekuritas Chris Apriliony mengatakan, penyesuaian ini lebih menggambarkan likuiditas saham masing-masing emiten. Dengan begitu, perhitungan indeks tidak hanya berdasarkan kapitalisasi pasar saja. "Karena faktor likuidasi ini menurut saya penting bagi perusahaan untuk mempengaruhi indeks," ucap dia saat dihubungi Kontan.co.id, Kamis (2/5).


Meskipun begitu, menurut dia, selain melihat free float, para investor juga harus tetap memperhatikan kinerja keuangan perusahaan.

Chris merekomendasikan investor untuk beli saham PT Astra International Tbk (ASII), PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM), dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA). Alasannya, ketiga emiten ini meningkat secara urutan free float. "Seharusnya dapat menjadi sentimen positif untuk ASII, TLKM, dan BBCA," kata dia.

Ia menargetkan hingga akhir tahun, harga saham ASII mencapai Rp 8.000, TLKM Rp 4.000, dan BBCA Rp 30.000. Per perdagangan Kamis (2/5), harga saham ASII adalah Rp 7.475, TLKM Rp 3.830, dan BBCA Rp 28.425.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Herlina Kartika Dewi