Bocoran Terbaru: Harga iPhone 18 Pro Naik 20%, iPhone Lipat Tembus Rp53 Juta



KONTAN.CO.ID - Apple dikabarkan akan menaikkan harga seri iPhone 18 Pro serta iPhone lipat pertamanya yang dijadwalkan meluncur pada September mendatang. 

Informasi ini muncul dari sejumlah pembocor (leaker) ternama di China yang menyebut kenaikan harga hampir tidak bisa dihindari.

Pertama, leaker Fixed Focus Digital melalui Weibo mengungkapkan bahwa meski lini iPhone saat ini belum mengalami kenaikan harga, model iPhone 18 Pro dipastikan akan dijual lebih mahal.


Sementara itu, iPhone lipat pertama Apple disebut berpotensi dibanderol 10-20% lebih tinggi dibandingkan perkiraan sebelumnya.

Laporan Bloomberg sebelumnya juga menyebut harga iPhone lipat Apple diperkirakan akan menembus US$2.000 atau sekitar Rp35,72 juta.

Jika prediksi kenaikan harga terbaru benar terjadi, harga awal perangkat tersebut bisa melampaui US$2.200 atau sekitar Rp39,29 juta.

Analis ternama di skena industri Apple, Ming-Chi Kuo, turut memperkirakan harga iPhone lipat tidak akan berada di bawah US$2.000 dan bisa mencapai US$2.500 atau sekitar Rp44,65 juta.

Dengan tambahan kenaikan 10-20%, varian penyimpanan tertinggi disebut berpotensi dijual lebih dari US$3.000 atau sekitar Rp53,58 juta.

Baca Juga: Harga Xbox Naik Mulai Agustus 2026, Microsoft Dongkrak hingga Rp2,7 Juta

iPhone 18 Pro Juga Jadi Lebih Mahal

Leaker lain, Digital Chat Station, mengatakan kecil kemungkinan Apple mempertahankan harga iPhone 18 Pro seperti generasi sebelumnya.

Menurutnya, Apple dapat menaikkan harga awal iPhone 18 Pro di China dari 8.999 yuan menjadi 9.999 yuan, atau sekitar 11% lebih mahal. 

Jika pola harga tersebut juga diterapkan di Amerika Serikat, maka harga awal iPhone 18 Pro bisa naik dari US$1.099 menjadi sekitar US$1.220, setara Rp21,79 juta.

Sementara itu, leaker Instant Digital memperkirakan iPhone 18 Pro Max 256GB akan dibanderol antara 10.999 hingga 11.499 yuan. Kenaikan tersebut sekitar 15-20% dibandingkan iPhone 17 Pro Max.

Jika dikonversi ke harga Amerika Serikat, iPhone 18 Pro Max diperkirakan dijual mulai US$1.300 hingga US$1.400, atau sekitar Rp23,22 juta hingga Rp25 juta, lebih tinggi dari harga awal saat ini sebesar US$1.199.

Baca Juga: Daftar Fitur Baru Safari di iOS 27, dari AI hingga Notifikasi Website

Peningkatan Biaya Produksi Jadi Alasan

Lembaga riset TechInsights memperkirakan biaya modul RAM 12GB pada iPhone 18 Pro melonjak drastis. 

Jika pada iPhone 17 Pro Apple mengeluarkan biaya sekitar US$39, maka pada iPhone 18 Pro nilainya diperkirakan naik menjadi US$145.

Kenaikan tersebut membuat total biaya produksi (bill of materials/BOM) iPhone 18 Pro diprediksi meningkat sekitar 25%.

Berdasarkan perhitungan tersebut, Apple diperkirakan perlu menjual iPhone 18 Pro dengan harga sekitar US$1.369 atau Rp24,45 juta agar margin keuntungannya tetap sama seperti iPhone 17 Pro.

Terbaru, laporan The Wall Street Journal menyebut penggunaan sistem kamera baru yang lebih mahal dapat mendorong harga awal iPhone 18 Pro mencapai US$1.399 atau sekitar Rp24,99 juta, bahkan lebih tinggi.

CEO Apple, Tim Cook, bahkan telah menegaskan bahwa tekanan biaya saat ini membuat kenaikan harga menjadi sulit dihindari.

"Apple selama ini berupaya menahan biaya produksi agar tidak membebani konsumen. Namun, kondisi yang terjadi saat ini dinilai sudah sangat berat. Kenaikan harga tidak dapat dihindari," kata Cook, dikutip Reuters.

Cook mengatakan produsen chip memori kini meneruskan kenaikan biaya tersebut kepada para pelanggan, termasuk Apple.

Baca Juga: 15 Produk Apple yang Dirumorkan Hadir hingga Akhir Tahun 2026

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TAG: