WASHINGTON. Pengembangan nuklir di Iran dan Korea Utara semakin membuat gerah Amerika Serikat (AS). Sebagi respons, Departemen Pertahanan AS sudah memberikan dana US$ 51,9 juta ke produsen pesawat Boeing Co. untuk meriset pembuatan bom terbesar sepanjang sejarah.Wakil Menteri Pertahanan AS Ashton Carter mengatakan, Pemerintah AS memerintahkan Boeing untuk mengembangkan bom dengan daya ledak besar yang bisa ditempelkan ke badan pesawat B-2 Stealth. Bom ini akan menjadi senjata militer terbesar yang pernah ada dalam sejarah militer AS. Bom itu dirancang memiliki ukuran enam kali lebih besar daripada bom yang mereka miliki saat ini.Dalam cetak birunya, bom ini akan membawa 5.300 pon bahan peledak. Panjang bom mencapai 6 meter. Boeing ditargetkan sudah dapat menyelesaikan riset bom sekaligus memulai produksi pada tahun depan. Jadi, Pentagon paling lambat menerima bom tersebut akhir 2010.
Boeing Bikin Bom Terbesar
WASHINGTON. Pengembangan nuklir di Iran dan Korea Utara semakin membuat gerah Amerika Serikat (AS). Sebagi respons, Departemen Pertahanan AS sudah memberikan dana US$ 51,9 juta ke produsen pesawat Boeing Co. untuk meriset pembuatan bom terbesar sepanjang sejarah.Wakil Menteri Pertahanan AS Ashton Carter mengatakan, Pemerintah AS memerintahkan Boeing untuk mengembangkan bom dengan daya ledak besar yang bisa ditempelkan ke badan pesawat B-2 Stealth. Bom ini akan menjadi senjata militer terbesar yang pernah ada dalam sejarah militer AS. Bom itu dirancang memiliki ukuran enam kali lebih besar daripada bom yang mereka miliki saat ini.Dalam cetak birunya, bom ini akan membawa 5.300 pon bahan peledak. Panjang bom mencapai 6 meter. Boeing ditargetkan sudah dapat menyelesaikan riset bom sekaligus memulai produksi pada tahun depan. Jadi, Pentagon paling lambat menerima bom tersebut akhir 2010.