KONTAN.CO.ID - Boeing berencana melakukan penerbangan perdana pesawat 777X versi produksi pada April mendatang. Informasi ini tertuang dalam dokumen internal perusahaan yang dilihat Reuters Rabu (4/2/2026), menjadi sinyal penting kemajuan bagi program pesawat baru Boeing yang telah lama tertunda dan ditargetkan mulai dikirimkan ke pelanggan pada tahun depan. Saat ini, Boeing tengah melakukan uji bahan bakar pada pesawat 777X yang dipesan Lufthansa di Paine Field, Everett, Washington, lokasi perakitan pesawat berbadan lebar tersebut.
Baca Juga: Aktivitas Jasa China Menguat pada Januari 2026, Perekrutan Tertinggi dalam 6 Bulan Berdasarkan dokumen tersebut, pengujian mesin dijadwalkan berlangsung pada akhir bulan ini. Seorang reporter Reuters juga melihat langsung pesawat tersebut berada di salah satu fasilitas pengisian bahan bakar Boeing di Paine Field pada Selasa. Program pengembangan 777X telah mengalami keterlambatan hingga enam tahun dari jadwal awal. Boeing tercatat telah membukukan biaya pengembangan sebesar US$15 miliar untuk program ini. Meski armada pesawat uji 777X telah mencatat jam terbang lebih banyak dibandingkan program pesawat Boeing lainnya, perusahaan masih berupaya memperoleh sertifikasi dari Federal Aviation Administration (FAA).
Baca Juga: Surplus China 2025: Ini 15 Negara Penyumbang Terbesar, Ada Indonesia? Salah satu persyaratan sertifikasi adalah pengujian menggunakan pesawat produksi yang dikonfigurasi seolah siap dikirim ke pelanggan. “Selain armada khusus untuk uji terbang, beberapa pesawat produksi akan digunakan untuk mendukung pengujian yang tidak memerlukan peralatan dan instrumentasi khusus uji terbang,” ujar juru bicara Boeing. Namun, perusahaan menolak memberikan komentar lebih lanjut terkait pesawat tertentu maupun dokumen tersebut. Lufthansa memesan pesawat 777-9 varian dari 777X pada 2013, tahun yang sama ketika Boeing meluncurkan program 777X, menurut data perusahaan analitik penerbangan Cirium.
Baca Juga: Dolar AS Stabil Rabu (4/2) Pagi, Yen Berfluktuasi Jelang Pemilu Jepang Pesawat 777X dirancang sebagai penerus Boeing 747 dan 777, dua model pesawat paling sukses dalam sejarah perusahaan, sekaligus melengkapi jajaran pesawat berbadan lebar Boeing bersama 787 Dreamliner. Ketiganya menjadi tulang punggung produk Boeing untuk penerbangan jarak jauh. Selama bertahun-tahun, Boeing mendominasi pasar pesawat widebody global. Namun, posisinya kini menghadapi persaingan yang semakin ketat dari rival Eropa, Airbus.
Pekan lalu, CEO Boeing Kelly Ortberg mengungkapkan potensi isu baru pada mesin 777X yang diproduksi oleh GE Aerospace. Meski demikian, masalah tersebut diperkirakan tidak akan mengubah rencana Boeing untuk mengirimkan pesawat 777X pertama kepada pelanggan pada tahun depan.